MotoGP, Sportrik Media – Tim Ducati Lenovo secara tegas mendukung Francesco "Pecco" Bagnaia , di mana selisih poin keduanya kini hanya tiga poin menjelang Grand Prix Portugal. Dukungan ini datang di tengah musim yang kompetitif, di mana Ducati menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan peluang Bagnaia mempertahankan gelar juara dunia sambil menjaga harmoni internal tim.
Pernyataan dukungan tersebut disampaikan oleh direktur teknis Ducati Corse, Gigi Dall'Igna, melalui wawancara eksklusif dengan media motorsport pada 5 November 2025, hanya sehari sebelum pembukaan sesi latihan di Algarve. Dall'Igna menekankan bahwa meskipun Marc Marquez telah bergabung dengan satelit tim Gresini Racing Ducati sejak awal musim, prioritas utama tetap pada Bagnaia sebagai pembalap utama. "Francesco is our champion, and we're fully behind him in this fight for third," ujar Dall'Igna, merujuk pada dinamika internal yang telah terbukti efektif sepanjang 2025, termasuk koordinasi strategi pit stop dan pengembangan aerodinamika motor Desmosedici GP25. Hal ini menjadi krusial mengingat performa Marquez yang impresif, dengan tiga kemenangan berturut-turut di seri Amerika, yang membuatnya naik ke posisi keempat klasemen sebelum seri Portugal.
Analisis performa menunjukkan bahwa perebutan posisi ketiga ini bukan hanya soal poin, melainkan juga ujian bagi strategi tim Ducati secara keseluruhan. Bagnaia, yang memimpin klasemen dengan 312 poin, hanya unggul 12 poin dari Jorge Martin di posisi kedua, sementara Marquez mengumpulkan 285 poin, hanya tiga poin di belakang Bagnaia untuk posisi ketiga.
Data statistik dari situs resmi MotoGP mengungkapkan bahwa Bagnaia unggul dalam konsistensi finis podium, dengan delapan kali naik podium dari 17 seri, dibandingkan enam kali Marquez. Namun, kecepatan kualifikasi Marquez, yang sering kali mencapai pole position, menjadi ancaman nyata di trek teknis seperti Portimao, di mana grip ban dan manajemen cornering menjadi penentu. Dukungan Ducati diwujudkan melalui alokasi sumber daya ekstra, termasuk sesi simulasi khusus untuk Bagnaia di fasilitas Mugello, yang difokuskan pada optimalisasi setup suspensi untuk mengatasi kelemahan di sektor cepat Algarve.
Lebih lanjut, dinamika ini juga memengaruhi ekosistem lebih luas di paddock MotoGP. Tim Gresini, yang menaungi Marquez, tetap mendapat akses penuh ke data telemetri Ducati, tetapi Dall'Igna menegaskan bahwa instruksi taktis selama balapan akan diprioritaskan untuk mendukung Bagnaia di momen krusial, seperti overtaking di lap akhir. "It's a significant battle, but one that strengthens Ducati as a whole," tambahnya, mengakui bahwa kompetisi internal justru mendorong inovasi, seperti peningkatan 15 persen efisiensi aerodinamika pada update terbaru motor.
Sementara itu, Bagnaia sendiri menyambut dukungan ini dengan tenang, menyatakan dalam konferensi pers pra-balapan bahwa fokusnya adalah "menjaga ritme dari Sepang," di mana ia mendominasi sprint race sebelum insiden ban bocor. Hal ini sejalan dengan catatan historisnya di Portugal, termasuk kemenangan pada 2023, yang membuatnya difavoritkan untuk podium akhir pekan ini.
Dukungan Ducati terhadap Bagnaia tidak hanya strategis, tetapi juga mencerminkan filosofi tim yang berbasis pada loyalitas jangka panjang. Dengan Marquez yang masih terikat kontrak hingga 2026, potensi gesekan internal diminimalkan melalui komunikasi terbuka, sebagaimana dibuktikan oleh kolaborasi sukses di seri sebelumnya seperti Phillip Island. Bagi pengamat, pertarungan ini berpotensi menentukan arah klasemen akhir musim 2025, di mana posisi ketiga bisa bernilai jutaan euro dalam sponsor dan bonus performa. Ducati Corse yang kini mengejar di posisi kedua.
Secara keseluruhan, dukungan penuh Ducati bagi Bagnaia dalam duel sengit melawan Marquez menjanjikan akhir pekan yang mendebarkan di Grand Prix Portugal pada 7-9 November 2025. Dengan selisih poin yang tipis, hasil seri ini bisa menjadi titik balik bagi perebutan gelar, di mana ketangguhan mental Bagnaia dan strategi tim akan diuji secara maksimal. Prospek Ducati untuk finis ganda di podium tidak hanya akan mengukuhkan posisi mereka, tetapi juga membuka jalan bagi dominasi total di seri penutup Valencia. Penggemar MotoGP patut menyaksikan bagaimana aliansi internal ini bertransformasi menjadi keunggulan kompetitif.



Discussion (0)
Please login to join the discussion.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!