Debut Impresif Bulega di MotoGP Portimao, Pujian Bagnaia Datang

Debut Impresif Bulega di MotoGP Portimao, Pujian Bagnaia Datang
© Michelin

MotoGP, Sportrik Media – Nicolo Bulega dari tim WorldSBK Ducati langsung mencuri perhatian di debut MotoGP-nya dengan finis ke-14 pada sesi latihan pembuka Portuguese Grand Prix 2025, mengungguli rekan setim pabrikan Francesco Bagnaia di Sirkuit Autodromo Internacional do Algarve pada 8 November 2025.

 

Debut Bulega di kelas premier MotoGP tidak hanya menjadi momen adaptasi, melainkan juga demonstrasi potensi transisi yang mulus dari WorldSBK ke lingkungan kompetitif yang lebih intens. Pada sesi FP1, pembalap asal Italia berusia 25 tahun itu berhasil menempatkan diri di posisi 14, hanya selangkah di depan Bagnaia yang mengalami kesulitan dengan ban depan medium. 

 

Meskipun demikian, Bagnaia mampu bangkit di FP2 dengan meraih posisi kedua di belakang Alex Marquez, sementara Bulega mempertahankan margin satu detik dari pemimpin waktu untuk finis keseluruhan ke-17 dari 22 pembalap. Analisis performa menunjukkan bahwa pencapaian ini terutama didorong oleh pengalaman terbatas Bulega di MotoGP hanya 30 putaran di Jerez test di bawah kondisi buruk sehingga kemampuannya untuk tetap kompetitif di Portimao menggarisbawahi adaptabilitasnya terhadap karakteristik Desmosedici GP yang bertenaga tinggi. Kredit: Gold and Goose. Dari perspektif tim Ducati Lenovo Team, debut seperti ini menjadi indikator awal integrasi Bulega, yang kini beralih dari gelar runner-up WorldSBK 2025 ke tantangan MotoGP, di mana faktor seperti manajemen ban dan perangkat ride-height menjadi kurva belajar utama.

 

ADVERTISEMENT

Bagnaia, sebagai juara bertahan yang akrab dengan tekanan internal tim, secara terbuka memuji kontribusi Bulega, menekankan nilai pengalaman singkatnya sebagai fondasi yang solid. "Dia membuat saya terkesan," ujar Bagnaia, seperti dikutip dari sumber resmi. "Dia hanya melakukan 30 putaran di Jerez, dalam kondisi yang tidak terlalu baik, sebelum tiba di sini. Jadi, berada hanya satu detik di belakang pemimpin sangat mengesankan. Bagi saya, itu hari pertama yang fantastis." 

 

Puji syukur ini tidak hanya mencerminkan dinamika tim Ducati yang mendukung, tetapi juga menganalisis konteks lebih luas: Bagnaia sendiri menghadapi tantangan ban depan medium di FP1, yang memengaruhi kepercayaan dirinya sebelum ia mengoptimalkan pengaturan di sesi sore. Secara strategis, dukungan Bagnaia menyoroti bagaimana Ducati membangun kedalaman skuadnya untuk musim 2025, di mana Bulega sebagai talenta muda diharapkan melengkapi lini depan tim dengan perspektif segar dari balapan superbike. Data sesi menunjukkan bahwa meskipun Bulega tidak berada di papan atas, volumenya dalam menyelesaikan putaran menjadi prioritas utama, memungkinkan pengumpulan data berharga untuk insinyur tim guna menyempurnakan setup aerodinamika dan elektronik di tengah trek Portimao yang menuntut presisi tinggi.

 

Di sisi lain, Bulega sendiri merendahkan pencapaiannya dengan sikap rendah hati yang khas, menekankan proses adaptasi daripada klasemen sementara. "Hari ini berjalan cukup baik," katanya. "Saya tidak terlalu mempedulikan klasemen: yang benar-benar penting adalah menyelesaikan sebanyak mungkin putaran dan memahami banyak perbedaan dibandingkan dengan motor yang biasa saya gunakan. Ban berbeda, ada perangkat ride-height yang harus dikelola, dan Desmosedici GP benar-benar mesin yang kuat. 

 

Hal positif, ironisnya, adalah bahwa gaya balap saya hari ini bukan yang terbaik tapi saya kira itu cukup normal. Ada banyak hal yang harus diproses dan diserap, tapi saya akan tidur nyenyak dan memulai besok dengan satu hari pengalaman lagi." Pernyataan ini mengungkapkan kedalaman analisis diri Bulega, di mana ia mengakui ketidaksempurnaan sebagai bagian alami dari transisi, terutama mengingat perbedaan mendasar antara MotoGP dan WorldSBK seperti distribusi bobot dan kekuatan akselerasi. Bagi Ducati, pendekatan ini menjadi aset jangka panjang: Bulega tidak hanya membawa kecepatan mentah dari superbike, tetapi juga mentalitas belajar yang cepat, yang dapat mempercepat integrasinya ke dalam ekosistem tim di sisa kalender 2025.

 

Secara keseluruhan, hari pertama Bulega di Portuguese GP 2025 menjadi babak pembuka yang menjanjikan bagi evolusi Ducati, dengan pujian Bagnaia memperkuat narasi solidaritas tim di tengah persaingan ketat. Meskipun masih ada ruang untuk penyempurnaan di aspek teknis seperti pengelolaan ban dan adaptasi ride-height, prospek Bulega untuk berkontribusi signifikan tampak cerah, terutama jika cuaca akhir pekan tetap mendukung pengujian lebih lanjut. Ini bukan hanya tentang satu sesi, melainkan fondasi untuk kampanye MotoGP yang potensial membawa gelar baru bagi talenta muda ini.

Discussion (0)

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

Live Commentary / Indonesia Live Coverage

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

WATCH LIVE
RECOMMENDED FOR YOU