SPONSORED

Danilo Petrucci Akui Frustrasi Bersama BMW di WorldSBK

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Danilo Petrucci Akui Frustrasi Bersama BMW di WorldSBK
TO NEWS OVERVIEW
Danilo Petrucci© Gold & Goose

Musim kompetisi Superbike Dunia atau WorldSBK sejatinya menjanjikan sebuah babak baru yang penuh ambisi bagi Danilo Petrucci. Kepindahannya ke kubu pabrikan diharapkan mampu mengantarkannya melangkah ke level yang lebih kompetitif. Namun, realitas di lintasan justru menyajikan cerita sebaliknya. Mantan pemenang balapan MotoGP tersebut harus menjalani musim yang sangat berat, di mana hasil akhir kerap jauh dari ekspektasi awal dan insiden kecelakaan terus berdatangan menghiasi akhir pekan balapannya.

Dilansir dari Speedweek, Danilo Petrucci tidak menutup mata bahwa situasi ini memberikan tekanan tersendiri baginya. Karakteristik motor yang ditungganginya belum mampu menghadirkan rasa percaya diri yang konsisten. Padahal, pada musim-musim sebelumnya bersama tim independen, ia begitu lekat dengan persaingan di barisan depan dan rutin mencicipi podium. Segala upaya telah dikerahkan, batas kemampuan telah diuji, namun peningkatan performa yang dinantikan tak kunjung terwujud secara maksimal di atas aspal.

Weltmeister Toprak Razgatlioglu (li.) mit seinem BMW-Nachfolger Danilo Petrucci© Gold & Goose

Honda Confirms 2027 WorldSBK Rider Lineup
Read AlsoHonda Confirms 2027 WorldSBK Rider Lineup

Rasa gundah tersebut semakin besar mengingat masa depannya di kejuaraan dunia balap motor terderivasi massal ini mulai berada di ujung tanduk. Posisi di tim pabrikan dipastikan akan diisi oleh Brad Binder untuk musim mendatang. Di tengah ketidakpastian tersebut, pebalap asal Italia ini secara terbuka meluapkan perasaannya mengenai cara ia mengakhiri perjalanan di kejuaraan ini.

ADVERTISEMENT

Saya sedikit sedih, karena saya menutup lembaran di WorldSBK dengan cara yang paling buruk, ujar Danilo Petrucci. Namun di sisi lain, saya bertanya pada diri sendiri apa yang seharusnya saya lakukan secara berbeda. Tahun ini saya telah mengerahkan seluruh batas kemampuan saya. Saya mengalami jauh lebih banyak kecelakaan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Meskipun masa baktinya bersama struktur tim saat ini akan segera usai, pintu untuk tetap berkiprah di dunia balap belum sepenuhnya tertutup rapat. Beberapa opsi mulai dibahas, mulai dari potensi melanjutkan petualangan bersama program pabrikan di ajang MotoAmerica hingga peluang mengisi kursi di skuad GoEleven, meski hal tersebut masih bergantung pada dukungan anggaran sponsor. Kendati demikian, belum ada keputusan final yang dapat memberikan ketenangan bagi masa depannya.

Evaluasi mendalam tentu menyelimuti benaknya, termasuk menakar ulang risiko keselamatan di usia yang tidak lagi muda. Kesadaran akan batas fisik membuat pendekatan terhadap risiko menjadi pertimbangan utama dalam mengambil keputusan karier selanjutnya.

ADVERTISEMENT

Saya tidak dapat memanfaatkan potensi motor secara utuh dan mengatasi masalah yang ada. Mengalami cedera hanya untuk sekadar berkendara di posisi belakang sama sekali tidak sepadan bagi saya. Usia saya bukan lagi 25 tahun, tegasnya.

Kendati dihadapkan pada berbagai kendala pelik, keputusan pindah ke kubu pabrikan tersebut tidak serta-merta ia sesali sebagai sebuah kesalahan besar. Ketika kesempatan itu datang, daya tarik motor yang mengantarkan Toprak Razgatlioglu mendominasi kejuaraan menjadi sebuah tantangan yang sulit untuk diabaikan. Dorongan rasa penasaran untuk merasakan langsung paket teknis yang superior tersebut menjadi motivasi terbesarnya.

Jika saya bisa memutar waktu satu tahun ke belakang dan seseorang bertanya seratus kali tim mana yang harus saya pilih, saya akan memilih hal yang sama seratus kali. Sekarang memang sangat mudah orang berkata bahwa saya telah membuat kesalahan, pungkasnya.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU