Donington Park akan menjadi panggung yang berbeda bagi CPRL akhir pekan ini. Untuk pertama kalinya dalam sejarah tim, mereka harus turun di British Touring Car Championship (BTCC) tanpa sosok legendaris Jason Plato di barisan mereka. Sebuah ujian berat yang datang di saat yang tidak tepat.
Kabar mengejutkan datang setelah akhir pekan yang manis di Knockhill. Saat itu, Cataclean Plato Racing (CPRL) baru saja meraih kemenangan perdana mereka di BTCC. Namun, hanya berselang dua hari, tim tersebut dilaporkan masuk administrasi dan harus melanjutkan perjuangan dengan nama yang berbeda. Situasi ini menjadi tamparan keras, tidak hanya bagi tim, tetapi juga bagi para penggemar yang selama ini mengidolakan salah satu pembalap paling karismatik di ajang ini.
Kepergian Plato meninggalkan lubang besar. Tidak hanya dari sisi performa di lintasan, tetapi juga dari hiruk-pikuk paddock. Tim yang kini berganti nama menjadi CPRL ini juga tampil dengan wajah baru; livery hitam total menggantikan sentuhan ungu khas Plato. Para mekanik pun kompak mengenakan seragam hitam, dan aktivitas media sosial tim dijalankan dengan senyap. Semua perubahan ini mencerminkan suasana yang penuh ketidakpastian.

Pertanyaannya, akankah CPRL tetap kompetitif di Donington Park? Sebelum kekacauan ini, sirkuit GP Donington sebenarnya diyakini akan menjadi trek yang lebih ramah bagi mereka dibanding Knockhill. Pada debut musim ini di ajang Race to Pole bulan April, Mercedes A35 Saloon yang mereka gunakan berhasil meraih kemenangan berkat penalti yang diterima Tom Ingram. Namun, mereka gagal mengonversi performa apik itu menjadi kemenangan di hari Minggu. Meski begitu, kecepatan mobil mereka jelas terlihat.
Konsistensi memang menjadi momok bagi tim sejak debut hingga Thruxton sebulan lalu. Namun, serangkaian penyesuaian berhasil membuka potensi mereka. Dan Rowbottom berhasil mengamankan podium perdana, dan perubahan pada peredam kejut membawa mereka pada kemenangan dominan di Knockhill—sebuah trek yang justru diprediksi akan menyulitkan mereka. Adam Morgan tampil gemilang dengan meraih pole position untuk pertama kalinya dalam delapan tahun, lalu memenangi Race 1 dengan dukungan Rowbottom di posisi kedua. Dua podium tambahan menyusul, membuat paddock optimistis menjelang Donington.
Kini, dengan segala gejolak yang terjadi, tekad menjadi senjata utama CPRL. Tidak ada orang yang lebih termotivasi untuk membuktikan diri selain mereka yang berada di garasi CPRL. Kombinasi Rowbottom dan Morgan yang tengah percaya diri menjadi modal berharga. Mampukah mereka mengulang kesuksesan di Donington? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi semangat juang mereka tidak bisa diremehkan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!