Jelang akhir pekan Formula 1 GP Meksiko 2026, tensi persaingan di paddock mulai memanas setelah George Russell melontarkan pernyataan mengejutkan dengan menyebut Ferrari memegang kendali penuh atas keunggulan performa. Namun, pembalap asal Monako tersebut secara tegas menepis anggapan yang dilontarkan oleh pembalap asal Inggris itu, mengingat dinamika ketat yang terus terjadi di barisan depan grid musim ini.
Situasi di kubu Mercedes sendiri memperlihatkan kontras yang cukup tajam di antara para pembalapnya. Rekan setim Russell berada di ambang mengunci gelar Juara Dunia pada putaran ke-19 kejuaraan ini, sementara Russell harus berjuang keras mempertahankan posisi runner-up klasemen pembalap meski tertinggal dengan selisih poin yang sangat masif.
Dalam sesi jumpa pers menjelang balapan yang dilansir dari Motorsport Week, Russell menyoroti faktor teknis unik yang menjadi ciri khas di sirkuit Autodromo Hermanos Rodriguez yang berada di dataran tinggi. Menurutnya, karakteristik sirkuit akan membuat kinerja mesin turbo mengalami tantangan besar bagi sebagian besar kontestan di lintasan.

“Ini akan sangat menarik. Saya pikir jeda turbo akan menjadi faktor besar bagi banyak tim akhir pekan ini,” ujar Russell kepada media, termasuk Motorsport Week.
Lebih lanjut, pembalap asal Inggris tersebut secara blak-blakan menunjuk tim Kuda Jingkrak memiliki spesifikasi komponen daya yang memberikan keuntungan kompetitif tersendiri di Meksiko. “Jelas bukan rahasia lagi, tim seperti Ferrari memiliki turbo yang lebih kecil daripada kebanyakan tim, jadi mereka mungkin memiliki keunggulan yang cukup besar dalam hal ini. Kami belum tahu seberapa besar tantangannya, tetapi kami pasti bisa memperkirakan bahwa ini tidak akan berjalan mudah.”
Meskipun demikian, Charles Leclerc justru memandang situasi secara berbeda dan menolak mentah-mentah status favorit yang disematkan kepada skuad Maranello. Ia menilai bahwa performa Silver Arrows tetap menjadi tolok ukur utama di setiap akhir pekan balapan, terlepas dari hasil positif yang diraih timnya pada seri-seri sebelumnya di Singapura dan Austin.
“Situasinya semakin ketat, dan kami memiliki momentum yang baik dari Singapura dan Austin,” ungkap Leclerc memberikan analisis mendalam mengenai performa mobilnya.
Leclerc menambahkan bahwa konsistensi dalam memaksimalkan potensi paket sasis dan aerodinamika adalah kunci utama jika mereka ingin bersaing di barisan terdepan. “Kami telah memaksimalkan potensi kami dan saya cukup senang dengan kecepatan yang telah kami tunjukkan. Apakah kami menjadi favorit akhir pekan ini? Saya tidak sepenuhnya setuju, saya pikir Mercedes tetap menjadi favorit di mana pun kami pergi.”
Meninjau dominasi sepanjang kalender balap tahun ini, skuad pabrikan Jerman tersebut telah mengamankan 12 kemenangan Grand Prix, sementara Ferrari baru mengoleksi dua kemenangan. Kendati demikian, progres positif yang ditunjukkan oleh Scuderia tetap memunculkan secercah harapan di garasi mereka.
“Saya pikir Red Bull sangat kuat akhir pekan ini, tetapi jika kami memaksimalkan semua yang kami miliki, maka saya berharap ini bisa menjadi akhir pekan yang hebat bagi kami,” pungkas Leclerc menutup sesi wawancara.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!