Formula 1, Sportrik Media - Carlos Sainz mengakui awal sulit Williams pada pramusim F1 2026 menjadi “pengingat keras” bahwa sistem internal tim belum berada di level yang dibutuhkan untuk bersaing dengan barisan terdepan.
Williams memutuskan melewatkan shakedown di Barcelona bulan lalu setelah menghadapi berbagai kendala teknis dalam fase persiapan musim. Ketika rival sudah mengumpulkan data awal yang krusial, tim asal Grove tersebut baru menjalankan mobil 2026 mereka pada tes resmi pertama di Bahrain.
Meski demikian, Williams mencatat total 414 lap selama tiga hari — jumlah tertinggi di antara seluruh tim. Namun menurut Sainz, angka tersebut tidak otomatis mencerminkan kesiapan kompetitif secara menyeluruh.

“Saya tidak akan mengatakan kepercayaan diri kami rusak,” ujar Sainz kepada media internasional. “Ini lebih kepada realisasi bahwa masih ada banyak area yang harus diperbaiki. Meski tahun lalu kami finis P5 di klasemen dan beberapa kali naik podium, kami masih belum berada di level yang kami inginkan jika dibandingkan dengan tim-tim papan atas.”
Sainz menyoroti proses persiapan musim dingin, eksekusi program pengujian, serta adaptasi terhadap regulasi baru sebagai indikator penting yang membedakan Williams dari tim seperti Ferrari, Mercedes, dan Red Bull Racing.
Prinsipal tim James Vowles sejak awal menegaskan bahwa proyek kebangkitan Williams adalah rencana jangka panjang. Sainz memahami konteks tersebut dan menerima bahwa transformasi struktural tidak bisa instan.
“Kami tahu masih ada margin peningkatan yang sangat besar di banyak area,” lanjutnya. “Ketika saya bergabung dengan Williams, saya sudah memahami situasinya dan saya di sini untuk membantu berkembang di setiap aspek.”
Absennya Williams di Barcelona menjadi ujian awal terhadap kesiapan operasional tim dalam menghadapi era regulasi 2026 yang jauh lebih kompleks. Gangguan pada fase awal tersebut memperlihatkan bahwa stabilitas sistem dan koordinasi teknis masih perlu diperkuat.
Sainz dijadwalkan kembali mengemudi pada tes terakhir di Bahrain sebelum Grand Prix Australia, yang akan menjadi indikator nyata posisi Williams di awal musim.
Bagi Williams, pesan utamanya jelas: jarak menuju barisan terdepan masih signifikan, dan 2026 menjadi momen penting untuk mempercepat proses pembenahan struktural.



Discussion (0)
Please login to join the discussion.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!