Nicolo Bulega tidak ambil pusing soal bagaimana ia akan merayakan gelar juara dunia WorldSBK 2026. Pembalap Italia itu bahkan santai menanggapi usulan kostum superhero: «Mereka bisa menyuruh saya memakai kostum Superman, Spidermang» ujarnya sambil tersenyum. Baginya, yang terpenting adalah trofi, bukan pesta.
Peluang Pertama di Cremona
Sabtu ini di Sirkuit Cremona, Bulega punya kesempatan emas untuk mengunci titel. Ia hanya perlu menang dan berharap Lecuona finis keenam atau lebih buruk. Meski begitu, pembalap berusia 27 tahun itu mengaku lebih suka menyegel gelar dengan kemenangan, walau tak menutup kemungkinan puas dengan posisi kedua. «Akhir pekan yang aneh bagi saya. Jujur, saya tidak khawatir dengan dua crash kemarin,» ujarnya merujuk insiden Jumat tanpa cedera.
Tanggapan untuk Pol Espargaro
Di tengah persiapan menuju gelar, Bulega juga menanggapi komentar Pol Espargaro soal keuntungan yang ia dapat dari tes MotoGP 2027. Menurut pembalap penguji KTM itu, Bulega akan punya keunggulan karena sudah mencoba motor 850cc dan ban Pirelli. «Bagi saya tidak ada yang perlu diperdebatkan. Kami tidak melanggar aturan. Saya pembalap Superbike, kenapa tidak boleh mencoba MotoGP?» bantahnya. Ia menjelaskan bahwa peran sebagai test rider sudah direncanakan sejak menandatangani kontrak dengan Ducati, jauh sebelum ada kepastian pindah ke MotoGP.

Dukungan dan Pandangan Marc Marquez
Calon rekan setimnya di Ducati tahun depan, Marc Marquez, ikut angkat bicara. Juara dunia delapan kali itu menilai Bulega sebagai salah satu pembalap menarik. «Saya senang mendengar apa yang dikatakan paddock. Tapi di MotoGP levelnya luar biasa. Sekarang saya tahu motornya dan banyak hal, tapi pembalap lain butuh satu atau dua hari untuk memahami. Saya rasa di balapan pertama kami semua akan setara,» ujar Marquez. Bulega juga akan menjadi satu-satunya pembalap Italia di merek Borgo Panigale pada 2027, menemani Fermin Aldeguer di sisi box yang lain.
Dinamika Paddock MotoGP yang Berbeda
Bulega menyadari betul perbedaan budaya antara paddock Superbike dan MotoGP. MotoGP lebih tertutup dan sorotan media jauh lebih besar. Ia menyinggung video DAZN yang memperlihatkan percakapan pribadi Pecco Bagnaia dan Diggia di luar kamera. «Kami tahu di MotoGP ada banyak hal yang harus dilakukan, ada yang boleh dikatakan dan tidak. Ketika ada kamera, kamu harus hati-hati. Jika saya ingin mengatakan sesuatu kepada istri atau chief mechanic saya dan tidak ingin didengar orang lain, saya tidak akan melakukannya di depan kamera,» tegasnya.
Fokus pada Trek, Bukan Rumor
Dua crash yang dialami Bulega pada Jumat tidak menyurutkan semangatnya. Ia tetap tenang dan menyadari batasannya. «Saya tidak memikirkan hal-hal di luar balapan. Fokus saya adalah tampil maksimal di Cremona,» pungkasnya. Dengan posisi kedua di akhir hari Jumat, ia selangkah lagi menuju gelar. Jika skenario berjalan lancar, Bulega bisa merayakan gelar keduanya di WorldSBK tanpa perlu memikirkan kostum superhero.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!