Martin Brundle menilai kekalahan Lando Norris di Grand Prix Spanyol F1 2026 di Madrid bukan sekadar nasib buruk, melainkan mengungkap celah nyata dalam regulasi virtual safety car (VSC). Norris tampak akan memenangi balapan dengan nyaman hingga VSC dipicu beberapa saat setelah ia melewati pintu masuk pit.
Akibatnya, ketika ia masuk pit satu putaran kemudian, kondisi balapan telah kembali normal, sehingga ia kehilangan kesempatan pit stop gratis yang bisa dimanfaatkan rival-rivalnya seperti Andrea Kimi Antonelli dan Max Verstappen. Pit stop yang lambat memperburuk posisinya, menjatuhkannya ke peringkat kelima sebelum akhirnya finis ketiga. Norris menyebut hasil itu "tidak adil" dan menegaskan bahwa aturan tersebut "tidak seharusnya menentukan seluruh balapan." Ia adalah satu-satunya pembalap di grid yang kehilangan kesempatan pit gratis, dan meskipun timing VSC sering menguntungkan atau merugikannya, ini pertama kalinya ia kehilangan kemenangan secara langsung, bukan hanya beberapa posisi.
Brundle, dalam kolom pasca-balapnya untuk Sky Sports F1, menggambarkan hasil tersebut "seperti perampokan," dan mencatat bahwa baik Antonelli maupun Verstappen dengan cepat mengakui bahwa kemenangan seharusnya menjadi milik Norris. Ia pun mempertimbangkan berbagai opsi perbaikan, namun menolak ide menutup pit lane selama VSC karena hanya akan memindahkan masalah kemacetan dan ketidakadilan, bukan menyelesaikannya.

Solusi yang ia usulkan adalah durasi minimum VSC—setidaknya satu putaran penuh—sehingga setiap pembalap memiliki jendela yang sama untuk masuk pit. Namun, ia mengakui bahwa hal ini akan mengurangi waktu balapan green-flag yang diinginkan penggemar. Brundle juga mengkritik sirkuit Madrid, meski ia berharap perubahan layout untuk meningkatkan overtaking, logistik yang lebih lancar, dan penanda yang lebih jelas akan dilakukan sebelum 2027.
Kontroversi ini menambah tekanan pada FIA untuk meninjau kembali aturan VSC, terutama setelah insiden serupa terjadi beberapa kali dalam beberapa musim terakhir. FIA diharapkan segera menggelar pertemuan dengan para pembalap dan tim untuk membahas potensi revisi regulasi. Sementara itu, Red Bull dan Mercedes dikabarkan mendukung usulan Brundle, asalkan tidak mengorbankan aspek keselamatan.
Dengan balapan berikutnya dijadwalkan dalam dua pekan, perdebatan soal keadilan VSC diprediksi akan terus bergulir. Norris sendiri enggan berlarut-larut, namun ia berharap insiden di Madrid menjadi titik balik untuk perbaikan regulasi. "Saya hanya ingin aturan yang adil untuk semua," tegasnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!