Lewis Hamilton menjalani awal musim yang impresif bersama Ferrari, dengan kemenangan di Barcelona dan beberapa podium yang membawanya duduk di posisi kedua klasemen saat jeda musim panas. Performa ini menjadi lompatan besar dibanding musim perdananya bersama tim asal Italia itu pada 2025, yang penuh tantangan.
Di sisi lain, George Russell justru menghadapi berbagai masalah di tim lamanya, yang membuat peluangnya meraih gelar juara dunia pertama menjadi diragukan. Mantan pembalap F1, Thierry Boutsen, menilai masalah yang dihadapi kedua pebalap tersebut dalam beberapa tahun terakhir memiliki kemiripan.
“Lewis adalah Lewis, dan dia pantas berada di puncak. Dia sudah berada di puncak sepanjang hidupnya, lalu dia menderita tahun lalu. Lewis punya masalah yang sama dengan George tahun lalu: kepercayaan diri, mobil yang tidak berjalan baik, dan semua detail itu membuatnya terlihat buruk, sangat buruk. Tapi Lewis tetaplah Lewis,” ujar Boutsen kepada F1.

“Begitu mobilnya membaik, dia bisa tampil. Dia memenangkan balapan di Barcelona, dan saya sangat senang untuknya,” tambahnya. Boutsen yakin Russell bisa bangkit dari masa sulit ini dan menjadikannya pelajaran berharga.
“Niki Lauda pernah berkata, kamu tidak pernah belajar dari kemenangan. Kamu banyak belajar saat kalah, karena ada banyak hal yang harus kamu perbaiki, jadi kamu bekerja keras. Terkadang menang bukanlah pilihan. Saat itulah kamu harus berpikir tentang apa yang terjadi, menganalisis diri sendiri, masalah mobil, masalah dengan tim, dan hubungan dengan tim. Itu sangat kompleks,” jelas Boutsen.
“Begitu kamu melewatinya, kamu akan menang lagi. Kamu tidak bisa menang sepanjang waktu – terlalu banyak orang di sekitarmu untuk itu!” pungkasnya. Tekanan kini ada pada Russell untuk membuktikan bahwa ia bisa melewati masa sulit dan kembali kompetitif di puncak.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!