BMW kembali menegaskan posisinya untuk tidak tertarik memasuki ajang Formula 1. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan; pabrikan asal Munich itu menilai balap sport lebih sejalan dengan filosofi teknologi mereka.
Sejak menjual mayoritas sahamnya di tim Sauber pada 2009, BMW absen dari F1. Padahal, F1 kini semakin populer dan menarik minat banyak pabrikan besar. Tim Sauber yang dulu dimiliki BMW kini diambil alih oleh Audi, dan regulasi baru 2026 juga berhasil menarik merek seperti Cadillac dan Ford untuk bergabung. Bahkan Porsche sempat serius mempertimbangkan kerja sama dengan Red Bull sebelum negosiasi gagal pada akhir 2022. BMW pun menjadi satu-satunya pabrikan Jerman besar yang belum menunjukkan minat ke F1.
Menurut kepala BMW M, Frank van Meel, F1 tidak cocok dengan filosofi motorsport mereka yang berfokus pada transfer teknologi dari mobil balap ke mobil produksi.

"Formula 1 terlalu jauh bagi kami; terlalu seperti laboratorium dan tidak cukup dapat diterjemahkan ke mobil produksi," ujar van Meel kepada Motorsport.com. "Di F1, itu akan menjadi pusat teknologi yang sepenuhnya terpisah, terlepas dari yang lain."
Ia menambahkan, "Pelanggan dan penggemar kami memang menyukai F1, tetapi mereka juga menyukai motorsport yang lebih langsung dan dekat dengan mobil produksi. Cerita di balik M adalah kami membawa motorsport ke mobil produksi. Dan F1 tidak cocok untuk kami."
Meski absen dari F1, BMW sangat aktif di ajang balap sport. Mobil andalan mereka, BMW M Hybrid V8, menjadi ujung tombak di WEC dan IMSA bersama tim pabrikan WRT. Program ganda ini memungkinkan BMW berlaga di balapan terbesar dunia, termasuk Le Mans dan Daytona. BMW juga menjual versi GT3 dan GT4 dari model M4 kepada tim pelanggan di seluruh dunia.
Van Meel menekankan pentingnya pasar Amerika Serikat, yang menyumbang sekitar 40 persen volume penjualan BMW M. Menurutnya, IMSA sangat penting karena BMW tumbuh besar di AS melalui motorsport. "WEC dan IMSA juga cocok karena transfer teknologi yang langsung. Misalnya, M Concept New Class menggabungkan elemen dari M4 GT3, seperti kap mesin dan diffuser yang dioptimalkan aliran udaranya," jelasnya.
Dengan fokus yang jelas pada balap sport dan pasar utama AS, BMW sepertinya akan bertahan pada jalurnya, menjauh dari hiruk-pikuk F1.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!