Marco Bezzecchi mengawali MotoGP Austria 2026 dengan drama yang membuat jantung para penggemar berdebar kencang. Pembalap Aprilia Racing itu nyaris saja terlempar ke Q1 setelah serangkaian kesalahan di sesi Practice yang menentukan. Meski akhirnya lolos ke Q2 dengan finis kesembilan, ada momen menegangkan yang hampir merugikan dirinya sendiri.

Semua berawal ketika Alex Marquez mengalami crash aneh di tikungan pertama, yang memicu bendera merah. Setelah sesi dilanjutkan, Bezzecchi memilih ban yang sama dengan time attack sebelumnya yang sempat terhenti. Keputusan itu, menurutnya, justru mengacaukan ritme di menit-menit krusial. "Itu lebih kesalahan saya, terutama setelah bendera merah; saya ingin mencoba dengan ban yang sama, tapi saya melakukan kesalahan, jadi saya kehilangan ritme," ujar Bezzecchi mengakui.
Meski demikian, tim Aprilia Racing sigap membantunya bangkit. Bezzecchi berhasil mengamankan posisi kesembilan, batas terakhir untuk langsung ke Q2. Ia pun mengaku lega karena target utama tercapai. "Saya senang kami mencapai Q2, itu target kami, meskipun kami sedikit mempertaruhkan," tambahnya.

Menariknya, performa Bezzecchi sebenarnya tak jauh berbeda dengan rekan setimnya, Jorge Martin, yang finis kelima dan hanya terpaut sepersepuluh detik dari posisi kedua. Namun, rider Italia itu merasa kehilangan waktu di sektor dua. "Saya dan Jorge cukup mirip. Saya sedikit tertinggal di sektor dua dibanding mereka," jelasnya. Persaingan internal di Aprilia Racing pun semakin memanas menjelang kualifikasi.
Sementara itu, Pedro Acosta tampil sebagai yang tercepat dan menjadi acuan di Austria. Bezzecchi sadar betul bahwa jarak dengan Acosta masih cukup lebar. "Pedro sangat cepat sejak pagi dan mungkin lebih cepat lagi di sore hari. Kami harus meningkatkan performa untuk bisa lebih dekat," tegasnya. Targetnya jelas: mengejar ketertinggalan dari Pedro Acosta sebelum balapan dimulai.
Kondisi trek juga menjadi tantangan tersendiri. Bezzecchi mengeluhkan sulitnya mencari traksi, terutama di bagian tengah ban, baik saat akselerasi maupun pengereman. "Di trek ini sangat sulit menemukan traksi, terutama di tengah ban. Itu titik tersulit saat berkendara," ungkapnya. Meski begitu, ia merasa ban khusus tahan panas yang dibawa Michelin ke Austria tidak terlalu bermasalah, meski suhu lebih rendah dari tahun lalu.
Dengan modal pengalaman hari ini, Bezzecchi bertekad memperbaiki kesalahan dan tampil lebih baik di kualifikasi. Ia berharap bisa memangkas jarak dari Acosta dan bersaing di barisan depan. "Semoga besok kami bisa membuat langkah maju dan lebih dekat dengan dia," pungkasnya. Saksikan kelanjutan MotoGP Austria 2026 hanya di Sportrik.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!