SPONSORED

Belajar dari Kasus Antonelli, Ferrari Siapkan Akademi F1 2027

Notifikasi
Farhan Ariadi
Farhan Ariadi
0
Belajar dari Kasus Antonelli, Ferrari Siapkan Akademi F1 2027
TO NEWS OVERVIEW
Belajar dari Kasus Antonelli, Ferrari Siapkan Akademi F1 2027

Kegagalan masa lalu dalam merekrut talenta muda kini mendorong Scuderia Ferrari untuk berbenah secara total. Program pengembangan pembalap muda mereka, Ferrari Driver Academy, secara resmi telah merencanakan susunan skuad untuk musim kompetisi 2027 mendatang. Langkah strategis ini melibatkan delapan talenta muda potensial yang akan ditempa mulai dari level karting dasar hingga jenjang Formula 2, sebagai respons atas memori kelam ketika melepas talenta brilian ke pelukan rival.

Sorotan tajam terhadap pembinaan usia dini ini tidak terlepas dari kisah masa lalu Kimi Antonelli. Pada masa lalu, ketika Massimo Rivola menjabat sebagai kepala akademi, pembalap asal Italia tersebut sempat mendatangi markas Maranello untuk menjalani tes simulator. Namun, keputusan manajemen saat itu menolak merekrutnya karena pertimbangan usia yang dianggap terlalu muda dan postur tubuh yang terlalu kecil, sebuah alasan yang sempat memicu perdebatan panjang di paddock Formula 1.

Situasi tersebut langsung dimanfaatkan oleh Mercedes di bawah komando Toto Wolff. Pabrikan asal Jerman tersebut langsung mengamankan tanda tangan sang pembalap muda lewat program junior mereka ketika usianya baru menginjak 12 tahun. Keputusan visioner tersebut terbukti berbuah manis dan kini menjadi salah satu penyesalan terbesar bagi kubu Kuda Jingkrak, mengingat potensi luar biasa yang kini ditunjukkan di ajang balap level tertinggi dunia.

Learning From Past Mistakes, Ferrari Revamps Academy for 2027
Read AlsoLearning From Past Mistakes, Ferrari Revamps Academy for 2027

Menyadari kesalahan dalam hal ketepatan waktu investasi jangka panjang, daftar delapan pembalap untuk tahun 2027 menunjukkan transformasi pendekatan yang jauh lebih agresif. Skuad baru ini menyertakan talenta-talenta lintas negara seperti Daniel Miron, Noah Baglin, Filippo Sala, Alp Aksoy, hingga Salim Hanna yang disiapkan untuk menapaki jenjang Formula 3 serta Tuukka Taponen yang dipersiapkan langsung menuju persaingan ketat di Formula 2 bersama ART Grand Prix.

ADVERTISEMENT

Perombakan besar ini juga dibarengi dengan kepergian beberapa nama senior seperti Dino Beganovic dan Rafael Camara yang kini telah menempuh jalur profesional masing-masing di dunia balap formula. Melalui investasi pada usia yang semakin dini ini, Maranello bertekad memastikan bahwa mereka tidak akan lagi melewatkan mutiara tersembunyi yang berpotensi mendominasi masa depan dunia balap internasional dalam dekade berikutnya.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU