Akhir pekan Grand Prix Jepang di Sirkuit Motegi berubah menjadi mimpi buruk bagi Pecco Bagnaia. Perjuangan sang juara dunia bersama skuad Ducati semakin berat setelah ia gagal menembus sesi Q2, terlempar ke posisi start ke-13, dan akhirnya terpaksa menyerah lebih awal akibat degradasi parah pada ban belakang motornya.
Masalah cengkeraman atau grip belakang telah menjadi duri dalam daging sepanjang akhir pekan ini. Bagnaia mengungkapkan bahwa kendala tersebut merembet ke sektor pengereman dan akselerasi, membuatnya kehilangan kendali optimal saat mencoba memforsir catatan waktu terbaik di sesi kualifikasi.
Kendati harus memulai lomba dari barisan tengah, secercah harapan sempat muncul ketika ia berhasil naik dua posisi di awal balapan berkat insiden di depan. Target finis di zona poin tampak realistis sebelum getaran hebat dan hilangnya sensasi berkendara memaksa garasi Borgo Panigale gigit jari.

Dilansir dari Motosan.es, Bagnaia menjelaskan bahwa situasi bannya memburuk drastis akibat kurangnya grip yang memicu roda berputar berlebihan dan overheating. Masalah serupa juga sempat disinggung oleh rival utamanya, Jorge Martin, meski Bagnaia menilai akar masalahnya terletak pada setelan traksi motornya sendiri.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!