Pecco Bagnaia tak bisa menyembunyikan kekesalannya. Pembalap Ducati Lenovo itu merasa dirugikan setelah percakapan semi-privatnya dengan Fabio Di Giannantonio disiarkan oleh broadcaster Spanyol, DAZN. Insiden ini terjadi di Misano, di sela-sela wawancara dengan berbagai media. Dalam rekaman tersebut, Bagnaia terlihat mengeluhkan kesulitannya dengan motor, dan melontarkan kalimat yang kemudian menjadi viral: Ducati disebut "tidak mengizinkannya" memakai set-up yang lebih sederhana.
Menghadapi sesi jumpa pers di Red Bull Ring, Bagnaia sudah menduga pertanyaan itu akan datang. Ia mengakui bahwa frasanya memang "tidak tepat", tetapi ia juga merasa diperlakukan tidak adil oleh DAZN. "Kalian tahu saya, kalian mendengar saya setiap hari saat balapan," ujar Bagnaia kepada jurnalis cetak. "Saya rasa banyak yang bertanya: 'Apakah tim mendukungmu?' Dan saya selalu bilang ya, tim melakukan yang maksimal untuk membantu saya."
Bagnaia menjelaskan bahwa video yang beredar tidak lengkap dan di luar konteks. "Video itu tidak utuh. Kami sedang membicarakan hal lain [spesifik]. Kadang kita salah bicara. Tapi yang selalu saya katakan adalah Ducati sangat mendukung saya. Yang saya maksud, saya sudah sering mencoba memasang dan melepas [komponen tertentu], jadi Ducati tidak mengizinkan saya lagi. Tapi karena saya sudah sering melakukannya, dan saya tidak ingin terus begitu. Apa yang keluar dari mulut saya salah."

Yang membuatnya lebih kesal, menurut Bagnaia, adalah cara penyiaran yang dianggapnya tidak menghormati. "Lalu apa yang terjadi setelahnya adalah bencana bagi saya. Karena itu sama sekali tidak menghormati. Hubungan antara jurnalis dan pembalap butuh rasa hormat. Kemarin kami membicarakannya [di internal Ducati]. Wajar jika, saat ditayangkan di televisi, itu terlihat mengerikan."
Rekaman itu kini telah dihapus oleh DAZN, dan pihak broadcaster telah meminta maaf kepada Bagnaia. Pembalap Italia itu menyebut Ducati memahami situasinya dan "tahu saya tidak sepenuhnya gila". "Jelas kalian bisa mengambil kata-kata kami dan menaruhnya online sesuka hati. Karena tiga kata bisa punya dua konteks berbeda. Positif atau negatif. Kalian [media] yang harus transparan, dan paham apa yang kami katakan. Tapi saya tahu kadang penting punya judul clickbait yang bagus. Saya selalu berusaha transparan. Tapi akan saya kurangi. Mungkin ke depannya kalian akan mendapat lebih sedikit dari saya."
Di Giannantonio, yang tanpa sengaja terseret dalam kontroversi ini, juga tidak senang. "Saya tidak mau berkomentar tentang cerita ini karena ini bukan cerita saya, tapi saya bisa bilang sebagai pembalap, terutama orang Italia, kami sudah saling kenal lama, dan kami selalu bicara soal motor, itu normal. Apa yang terjadi di luar kamera, tapi ternyata terekam. Jadi saya rasa itu tidak adil. Masalahnya sekarang, kami selalu..." (pernyataan terpotong).
Kontroversi ini menambah tekanan bagi Bagnaia yang tengah berjuang mengatasi performa motornya. Meski demikian, ia tetap menegaskan komitmen Ducati. Namun, insiden ini menjadi pengingat bahwa batas antara privat dan publik di paddock semakin tipis. Para pembalap kini harus lebih berhati-hati, bahkan dalam percakapan santai antar kolega.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!