Akhir pekan balapan di Sirkuit Sepang menyisakan kekecewaan mendalam bagi Audi setelah bayang-bayang kesulitan kembali menghantui mereka di zona krusial perebutan poin. Mengulang drama yang sebelumnya sempat terjadi di Baku, Nico Hulkenberg harus rela mengakhiri balapan di posisi kesebelas. Pembalap berpengalaman asal Jerman tersebut kehilangan peluang emas di detik-detik akhir akibat gempuran tanpa henti dari Lando Norris dan Arvid Lindblad yang memanfaatkan keunggulan kecepatan di atas lintasan basah.
Dinamika balapan langsung diuji sejak awal ketika hujan deras mengguyur area sirkuit, memaksa pihak penyelenggara menunda jalannya start demi alasan keselamatan. Ketika lampu akhirnya padam, situasi langsung kacau. Nico Hulkenberg sempat mengambil perjudian dengan menggunakan ban slick sebelum dengan cepat memutuskan masuk ke pit demi mengamankan ban intermediate. Keputusan strategis tersebut sempat berbuah manis ketika ia berhasil merangsek naik hingga posisi kesembilan di paruh kedua lomba.
Sayangnya, harapan untuk membawa pulang poin krusial musnah seketika ketika mobil keselamatan atau safety car harus turun ke lintasan menyusul insiden tersingkirnya Alexander Albon. Kehadiran safety car menghapus seluruh keunggulan jarak yang telah dibangun, membuat Nico Hulkenberg menjadi mangsa empuk bagi para pesaing di belakangnya saat restart dilakukan jelang finis.

“Ini adalah balapan yang sangat sibuk,” ujar Nico Hulkenberg menggambarkan jalannya GP Malaysia penuh drama tersebut. “Secara keseluruhan kami berada dalam pertarungan poin, tetapi pada akhirnya kami kembali finis di posisi kesebelas. Saya jauh lebih puas dengan performa saya dibandingkan hari Sabtu. Pada awalnya kami membuat keputusan tepat dengan beralih ke ban intermediate lebih awal, dan meskipun sempat kehilangan waktu, kami bisa membalikkannya dalam satu putaran penuh.”
Ia juga menambahkan bahwa posisi kesembilan yang sempat diraihnya lebih banyak terbantu oleh masalah teknis yang dialami para pembalap di depan. “Secara realistis kami berada di posisi itu karena masalah mobil lain, jadi perjuangannya memang berat. Namun dari sisi saya, ini balapan yang bersih, kami memetik banyak pelajaran sebagai tim dan kini langsung mengalihkan fokus ke Singapura,” imbuhnya melansir FormulaPassion.
Sementara itu, nasib yang jauh lebih sial harus diderita oleh rekan setimnya, Gabriel Bortoleto. Pembalap muda asal Brasil tersebut mengawali balapan dengan strategi serupa, namun ambisinya langsung terkubur usai terlibat insiden senggolan dengan Carlos Sainz tepat seusai periode safety car pertama. Akibat insiden tersebut, mobil Gabriel Bortoleto mengalami kerusakan parah pada bagian sayap depan serta lantai bawah mobil, ditambah ganjaran penalti waktu 10 detik yang membuatnya terperosok ke posisi kedelapan belas.
“Pertama-tama, saya ingin meminta maaf kepada Carlos Sainz. Saya melakukan kontak dengannya saat restart dan sayangnya itu merusak balapan kami berdua,” ungkap Gabriel Bortoleto dengan nada penyesalan mendalam. “Kerusakan di sayap depan dan floor membuat kami terlalu jauh tertinggal untuk bisa berjuang meraih hasil penting. Sisa balapan sama sekali tidak berjalan mulus, hari Minggu yang sangat berat. Sekarang kami mengambil sisi positifnya dan bersiap menghadapi GP Singapura dengan harapan hasil yang lebih baik.”



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!