Ash Sutton mengukir sejarah dengan meraih gelar juara BTCC kelima setelah memenangi Race 2 di Silverstone dari posisi start ke-12. Kemenangan ini membuatnya melampaui Andy Rouse dan Colin Turkington sebagai pembalap dengan gelar terbanyak dalam sejarah British Touring Car Championship.
Musim 2026 menjadi tahun luar biasa bagi pembalap NAPA Racing UK tersebut. Ia mengunci gelar dengan empat balapan tersisa, sebuah pencapaian yang jarang terjadi di BTCC. Start dari P12, Sutton langsung melesat ke P4 pada akhir lap ketiga, sekaligus merebut poin lap tercepat yang dibutuhkannya untuk menjadi juara.
Di depan, Tom Chilton melakukan start gemilang dan langsung menempati P2, sementara Daryl De Leon juga melewati Mikey Doble yang kembali mengalami start buruk. Aiden Moffat memanfaatkan situasi untuk memimpin, namun ia kemudian tertahan oleh Osamu Kawashima yang menjadi pembalap pertama yang tertinggal satu lap.

Sutton terus menunjukkan kecepatannya. Pada lap kelima, ia menyalip Chilton di Woodcote dan melewati Copse dari sisi luar. Sementara itu, De Leon merebut posisi dari Moffat di Brooklands. Sutton kemudian memburu De Leon dan mengambil alih pimpinan balapan pada lap kesembilan dengan manuver dummy cerdas di Copse.
Persaingan di belakang tetap ketat. Adam Morgan, yang menjalani musim terbaiknya, naik ke P2 setelah melewati De Leon di Wellington Straight pada lap ke-14. Charles Rainford juga tampil impresif dengan menyalip Chilton dan Moffat sekaligus, sebelum finis di podium ketiga. Dan Cammish, yang start dari P21, berhasil menembus posisi 10 besar pada lap ke-13 dan terus mendaki hingga P7.
Balapan juga diwarnai penalti track limit yang diberikan kepada Chris Smiley dan Gordon Shedden. Penalti tersebut menghambat upaya Smiley untuk masuk ke posisi reverse grid. Meski demikian, Sutton tampil dominan dan mengendalikan balapan hingga bendera finis, mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pembalap terhebat di BTCC.
Dengan gelar kelima ini, Sutton semakin memperkuat warisannya di ajang touring car Inggris. Prestasinya musim ini tidak hanya tentang kecepatan, tetapi juga konsistensi dan kecerdasan dalam balapan. Kini, fokus beralih ke sisa musim, di mana para rival akan berusaha mengejar ketertinggalan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!