Formula E, Sportrik Media - Antonio Felix da Costa bersama Jaguar TCS Racing menunjukkan kepercayaan diri tinggi dalam musim Formula E 2026 setelah meraih dua kemenangan beruntun, termasuk di Madrid E-Prix, yang memperkuat posisinya dalam perebutan gelar juara dunia.
Kemenangan di Circuito del Jarama menjadi bukti efektivitas strategi tim, khususnya melalui eksekusi Pit Boost undercut yang memungkinkan da Costa naik dari posisi ketiga di grid menjadi pemenang. Hasil ini melanjutkan tren positif setelah kemenangan sebelumnya di Jeddah, menjadikannya satu-satunya pembalap dengan lebih dari satu kemenangan dalam fase akhir era Gen3 musim ini.
Momentum ini mengingatkan pada performa dominan da Costa saat meraih gelar juara dunia bersama DS Techeetah pada Season Six. Adaptasi cepat dengan Jaguar serta kestabilan paket teknis mobil dinilai menjadi faktor utama di balik peningkatan performanya. Sinergi antara pembalap dan tim memungkinkan eksploitasi maksimal terhadap efisiensi energi dan strategi balapan yang menjadi kunci dalam Formula E modern.

Dalam klasemen sementara, da Costa kini berada dalam posisi kompetitif meski masih tertinggal 19 poin dari mantan rekan setimnya, Pascal Wehrlein. Dengan 11 putaran tersisa, peluang perebutan gelar masih terbuka lebar, terutama mengingat karakteristik Formula E yang sangat dinamis dan rentan terhadap perubahan performa antar seri.
"Pertanyaan bagus. Mungkin terakhir kali saya merasakannya adalah di Season Six, saat saya memenangkan kejuaraan bersama DS," ujar da Costa.
"Saya ingat saat bergabung dengan tim itu, semuanya terasa sangat natural. Mobilnya cepat, saya mengemudikannya dengan baik, dan hubungan dengan tim serta rekan setim berjalan sangat baik."
"Sekarang saya merasakan hal yang sama lagi. Semuanya terasa ringan, semua orang punya tujuan yang sama, dan tim juga memahami pentingnya keseimbangan kehidupan pribadi. Itu membantu performa saya."
Keunggulan paket Jaguar juga menjadi faktor penting dalam membangun konsistensi performa. Banyak pengamat menilai Jaguar sebagai salah satu tim dengan performa paling kompetitif di grid saat ini, terutama dalam hal efisiensi energi dan eksekusi strategi. Kondisi ini memberikan fondasi kuat bagi da Costa untuk terus menekan rival-rivalnya.
"We always believe," kata da Costa menegaskan keyakinannya dalam perebutan gelar.
"Sejak dulu saya selalu percaya, meskipun tidak selalu berada di posisi terdepan setiap musim. Namun sebagian besar waktu, saya selalu berada di sekitar puncak klasemen, dan sekarang kami kembali ke posisi itu."
Dengan kombinasi momentum, pengalaman, dan paket teknis yang kompetitif, da Costa kini memasuki fase krusial dalam musim 2026. Konsistensi dalam beberapa putaran ke depan akan menjadi penentu apakah ia mampu mengonversi peluang ini menjadi gelar kedua dalam kariernya, menjelang transisi ke era Gen4 yang semakin dekat.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!