Andrea Kimi Antonelli dipastikan akan menerima penalti grid pada Grand Prix Italia akhir pekan ini. Kepastian itu disampaikan langsung oleh kepala tim Mercedes, Toto Wolff, menyusul keputusan tim untuk mengganti power unit mobil pembalap asal Italia tersebut.
Antonelli akan memakai unit tenaga baru di sirkuit Monza, yang otomatis membuatnya melewati batas jumlah komponen mesin yang diizinkan untuk musim 2026. Konsekuensinya, ia harus rela kehilangan posisi start. Keputusan ini tak terhindarkan setelah dua kali mengalami kegagalan mesin musim ini, termasuk masalah yang memaksanya mundur di Barcelona.
Pilihan untuk melakukannya di Monza terbilang strategis. Meski berisiko mengurangi peluangnya menang di kandang sendiri, sirkuit ini dikenal lebih mudah untuk melakukan overtaking dibandingkan trek lain. Dengan begitu, dampak negatif dari penalti ini diharapkan bisa diminimalkan.

Besar kecilnya penalti akan ditentukan dari berapa banyak komponen mesin yang diganti Mercedes. Namun, setidaknya penggantian ICE (Internal Combustion Engine) sudah dipastikan membuatnya turun 10 posisi di grid.
Situasi ini jelas mengecewakan para penggemar yang berharap melihat kemenangan pembalap Italia di GP kandang. Namun, Wolff menegaskan prioritas tim adalah mengamankan poin maksimal di sisa musim. Setelah sprint di Zandvoort yang dimenangkan George Russell, selisih poin Antonelli dengan rekan setimnya itu menyusut dari 59 menjadi 56 poin.
"Kami butuh poin besar. Kimi mungkin akan kehilangan beberapa poin di Monza karena start dari belakang, jadi semoga kami bisa mengamankan poin di sini," ujar Wolff kepada Sky Sports F1.
Sementara itu, ayah Antonelli, Marco, juga mengindikasikan penalti grid sudah di depan mata. "Monza akan kami lihat. Pasti sulit, karena banyak alasan," katanya.
Di sisi lain, Russell juga diprediksi bakal bernasib sama di akhir musim. Mercedes masih mengevaluasi apakah mesin Russell yang rusak di Hungaria bisa diperbaiki. Sebelumnya, Russell sempat terpaksa mengganti power unit karena retakan pada mesinnya menyebabkan kebocoran air saat kualifikasi.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!