Kimi Antonelli secara terbuka mengungkapkan bahwa karakteristik layout Circuit of the Americas (COTA) menjadi faktor utama di balik tingginya pelanggaran batas lintasan dalam rangkaian akhir pekan Formula 1 Grand Prix Amerika Serikat 2026. Pembalap muda asal Italia tersebut mengakui bahwa menjaga mobil W17 tetap berada di antara garis putih bukanlah perkara mudah, terutama dengan kombinasi angin kencang dan perubahan elevasi yang ekstrem di sepanjang sirkuit ikonik tersebut.
Sepanjang sesi latihan bebas hari Jumat, para pengawas balap bahkan terpaksa menghapus hingga 207 catatan waktu lap akibat pelanggaran track limits yang masif dari para pembalap di sesi FP1 dan FP2. Menanggapi situasi pelik ini, pembalap andalan tim Mercedes tersebut menjelaskan bahwa sebagian besar insiden terjadi karena kesalahan kecil saat mengerem, seperti sedikit mengunci ban yang membuat mobil meluncur melebar keluar dari batas aman lintasan.
Lebih lanjut, pembalap berusia 20 tahun yang kini memimpin klasemen kejuaraan dunia itu menyoroti karakteristik area run-off aspal luas serta permukaan hijau di beberapa tikungan keluar yang memiliki cengkeraman atau grip sangat tinggi. Kondisi tersebut secara psikologis justru mendorong para pembalap untuk mengeksploitasi area luar lintasan demi mencari kecepatan maksimal, meski risiko hukuman pembatalan waktu lap selalu mengintai setiap detiknya.

"Ini tidak mudah; ini adalah trek yang sulit dengan banyak perubahan elevasi, dan juga angin di beberapa tikungan cukup aneh," ujar Antonelli menggambarkan tantangan yang dihadapinya di atas aspal Austin.
Ia juga menambahkan bahwa sesi latihan bebas ketiga (FP3) memegang peranan krusial bagi seluruh tim untuk menemukan batas absolut mobil tanpa harus melanggar regulasi. "Pelanggaran batas lintasan terutama berasal dari kesalahan; Anda hanya mengunci sedikit, dan kemudian Anda pergi jauh, tetapi FIA mencoba yang terbaik untuk memperlebar garis putih. Tapi itu sulit; itu tidak mudah, dan ketika Anda mencoba untuk menemukan batasnya, adalah normal jika Anda mendapatkan pelanggaran, tetapi itu juga fakta bahwa Anda memiliki begitu banyak aspal."
Selain masalah batas lintasan, akhir pekan di COTA juga menjadi panggung penting bagi skuad yang bermarkas di Brackley ini untuk mengevaluasi paket peningkatan performa. Tim memutuskan memasang paket upgrade Sepang pada kedua mobil untuk akhir pekan ini, yang oleh Antonelli digambarkan sebagai sebuah langkah maju yang positif, meskipun di sisi lain karakteristik mobil masih beroperasi dalam jendela setup yang sangat sempit.
"Mobil terasa sedikit lebih baik, dan saya pikir kami membuat langkah yang baik dibandingkan dengan FP1, tetapi masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan," pungkas sang pemimpin klasemen yang berpeluang mencatatkan sejarah sebagai juara dunia termuda F1 jika skenario hasil balapan berpihak kepadanya akhir pekan ini.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!