Akhir pekan pembuka di Sirkuit Sepang, Malaysia, langsung menyuguhkan drama menarik bagi kubu pabrikan Austria. Pedro Acosta sukses mengamankan posisi keempat pada sesi latihan Jumat, sementara rekan sesama pengguna mesin RC16 tampil kompetitif untuk mengamankan tiket otomatis ke Q2. Enea Bastianini mengakhiri hari di posisi ketujuh meski sempat mengalami kecelakaan, dan Maverick Vinales merangsek ke posisi kedelapan yang menandai penampilan pertamanya langsung lolos ke Q2 sejak seri Sachsenring pada Juli 2025 lalu.
Hasil positif ini menempatkan skuad pabrikan Mattighofener sebagai salah satu kekuatan dominan di grid, di mana hanya Ducati yang mampu meloloskan lebih banyak motor ke Q2 dibanding mereka. Kendati demikian, kebingungan justru melanda garasi Acosta yang merasa catatan waktunya tidak sejalan dengan sensasi berkendara di atas lintasan. Pembalap muda berbakat asal Spanyol ini mengakui bahwa ia tertinggal sekitar 0,4 detik dari pemuncak catatan waktu, namun ia tetap mengapresiasi kemajuan yang ditunjukkan oleh rekan-rekan setimnya di lintasan.
"Es stimmt, dass wir nicht weit hinter Marc Marquez liegen, 0,4 sec," ungkap Acosta ketika membahas gap performa. Ia menambahkan rasa senangnya melihat kemajuan rekan setim, "Es freut mich fur KTM, dass Maverick und Enea ein Schritt nach vorne gelungen ist. Maverick hat seit seiner Verletzung arg gelitten und jetzt war er auch sehr schnell, wenn er allein fuhr." Meski catatan waktunya tergolong kompetitif, ia merasa ada kendala besar pada sektor teknis krusial seperti cengkeraman ban depan, titik pengereman, serta kemampuan menikung motor.

Permasalahan utama yang dikeluhkan pembalap berjuluk El Tiburon tersebut terletak pada area pengereman di mana ia merasa kehilangan banyak waktu berharga. Selain masalah set-up, kondisi trek Sepang juga menjadi sorotan tajam para pembalap setelah beberapa insiden kecelakaan terjadi sepanjang hari. Menurut pengamatan langsung dari sang bintang Red Bull, kualitas aspal sirkuit semakin memburuk seiring bertambahnya usia lintasan, bahkan beberapa bagian permukaan aspal mulai terkelupas dan membahayakan keselamatan pembalap.
"Der Asphalt wird jedes Jahr schlechter, an einigen Stellen brechen ganze Stucke und Steine heraus," keluh Acosta mengenai kondisi trek yang mengelupas dan memunculkan kerikil lepas. Situasi berbahaya tersebut nyaris membuatnya tersungkur di tikungan 15 jika ia tidak melakukan penyelamatan gemilang menggunakan kemampuan refleksnya. Menyongsong sisa akhir pekan balap MotoGP Malaysia 2026 di mana ia kini berada di peringkat keempat klasemen sementara, fokus utama tim adalah memecahkan masalah feeling berkendara agar ritme balap tetap konsisten.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!