SPONSORED

Analisis Gary Anderson: Masalah Overtaking F1 Lebih Kompleks

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Analisis Gary Anderson: Masalah Overtaking F1 Lebih Kompleks
TO NEWS OVERVIEW
Image: Alex Stefan/Spacesuit Media

Gary Anderson, mantan desainer F1 dan kini analis teknis, menyoroti bahwa masalah overtaking di Formula 1 bukan sekadar soal satu sirkuit. Dalam analisisnya untuk The Race, ia menilai balapan perdana di Madring nyaris tanpa aksi salip-menyalip kompetitif, namun hal itu merupakan cerminan dari mayoritas sirkuit F1 saat ini.

Anderson membedakan antara overtaking yang kompetitif dengan manuver yang terjadi hanya karena perbedaan strategi energi. Menurutnya, sejak awal musim, kita sering melihat aksi menarik, tetapi itu lebih disebabkan oleh pengelolaan baterai yang tidak memadai. Ketika satu mobil kehabisan daya baterai dan yang lain masih memiliki energi listrik, itu bukanlah overtaking yang mengandalkan skill pembalap. "Ini jauh dari keterampilan pengemudi, dan keterampilan pengemudi adalah alasan saya dan jutaan penonton menonton F1," tegasnya.

Selain itu, Anderson menyoroti ketergantungan mobil F1 saat ini pada downforce, terutama dari sayap depan. Ketika mobil kehilangan downforce di area tersebut, understeer muncul dan waktu putaran terbuang. Akibatnya, pembalap yang lebih cepat dan mendekati mobil di depannya justru kehilangan performa, sehingga sulit melakukan manuver salip. Masalah ini diperparah dengan panas berlebih pada ban karena mobil lebih sering tergelincir.

Verstappen Surprised by Own Performance in Silverstone Karting Challenge
Read AlsoVerstappen Surprised by Own Performance in Silverstone Karting Challenge

Anderson juga menyoroti peran ban. Ia mengkritik tekanan angin yang ditetapkan Pirelli melalui FIA yang cenderung tinggi untuk mengurangi risiko kegagalan ban. Padahal, tekanan tinggi membuat ban lebih kaku, area kontak dengan aspal berkurang, dan grip menurun. "Tekanan ban sama dengan grip. Semakin tinggi tekanan, semakin kaku ban dan semakin kecil area kontaknya, yang menghasilkan lebih sedikit grip," jelasnya. Ia menyarankan agar Pirelli hanya memberikan rekomendasi, bukan memaksakan tekanan tertentu, dan membiarkan tim yang kompeten menentukan sendiri pengaturan yang optimal.

ADVERTISEMENT

Untuk sirkuit Madring, Pirelli membawa kompon C2 keras, C3 medium, dan C4 lunak. Namun, menurut Anderson, pemilihan ban ini tidak serta-merta menyelesaikan masalah overtaking. Ia menekankan bahwa masalahnya lebih struktural dan perlu solusi menyeluruh, bukan sekadar perubahan sirkuit atau kompon ban.

Anderson juga menyoroti aspek teknis lainnya seperti pengaruh DRS dan strategi balapan. Menurutnya, DRS memang membantu, tetapi tidak cukup untuk menciptakan overtaking yang murni. "Anda perlu berada dalam satu detik dari mobil di depan untuk mendapatkan tambahan deployment, tetapi jika Anda sudah kehilangan downforce, Anda justru lebih lambat," ujarnya. Hal ini menciptakan lingkaran setan yang sulit dipecahkan.

Lebih lanjut, ia menyoroti peran Pirelli sebagai pemasok ban tunggal. Menurutnya, Pirelli berada dalam posisi sulit karena harus menyeimbangkan antara performa dan keamanan. Namun, ia berpendapat bahwa tim-tim F1 seharusnya diberi kebebasan lebih dalam menentukan pengaturan ban, karena mereka memiliki data dan keahlian untuk mengelola risiko.

ADVERTISEMENT

Anderson juga menyinggung tentang regulasi teknis yang ada saat ini. Ia berpendapat bahwa mobil F1 terlalu bergantung pada downforce dan perlu pengurangan signifikan, terutama pada sayap depan. "Saya masih percaya bahwa mobil terlalu bergantung pada downforce, terutama sayap depan. Ketika Anda kehilangan downforce di area ini, understeer muncul dan Anda kehilangan waktu putaran," paparnya.

Sebagai penutup, Anderson menegaskan bahwa masalah overtaking di F1 bukanlah hal yang bisa diselesaikan dengan cepat. Diperlukan perubahan fundamental dalam regulasi teknis, termasuk pengurangan downforce, pengaturan ban yang lebih baik, dan mungkin juga perubahan pada format balapan. "Ini bukan masalah yang bisa diselesaikan hanya dengan satu sirkuit atau satu perubahan aturan. Ini masalah sistemik yang memerlukan solusi menyeluruh," pungkasnya.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU