SPONSORED

Alpine Kutuk Pelecehan Online terhadap Norris usai Insiden Baku

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Alpine Kutuk Pelecehan Online terhadap Norris usai Insiden Baku
TO NEWS OVERVIEW
Lando Norris was bombarded with abuse on social media

Alpine akhirnya angkat bicara. Setelah gelombang pelecehan online menghantam Lando Norris, tim yang berbasis di Enstone itu mengeluarkan pernyataan tegas yang menyerukan solidaritas melawan ujaran kebencian di dunia maya. Semua bermula dari insiden berantai di Grand Prix Azerbaijan akhir pekan lalu yang melibatkan Franco Colapinto, Pierre Gasly, dan Norris sendiri.

Insiden itu terjadi pada balapan Sabtu di Sirkuit Kota Baku. Colapinto, yang membela Alpine, memicu tabrakan tiga mobil yang membuat dirinya, rekan setimnya Gasly, dan Norris dari McLaren harus menepi lebih awal. Norris, yang saat itu memimpin klasemen pembalap, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Dalam wawancara usai balapan, ia melontarkan permintaan agar Colapinto dihukum larangan tampil di satu seri. Pernyataan itu langsung memicu reaksi keras, terutama dari penggemar Argentina yang membanjiri akun media sosial Norris dengan cemoohan dan ancaman.

Menanggapi hal tersebut, Alpine merilis pernyataan resmi yang tidak hanya membela pembalapnya, tetapi juga mengecam semua bentuk pelecehan yang menyasar siapa pun di komunitas Formula 1. "Sebagai tim, kami merasa perlu untuk berbicara sekali lagi tentang kebencian dan pelecehan online setelah Grand Prix Azerbaijan," tulis Alpine dalam pernyataannya. "Tidak hanya ditujukan kepada salah satu pembalap kami, tetapi juga kepada anggota komunitas Formula 1, termasuk media, dan rekan-rekan balap kami yang kami hormati, kagumi, dan nikmati bersaing melawan mereka di puncak motorsport."

Alpine Condemns Online Abuse Against Norris After Baku Crash
Read AlsoAlpine Condemns Online Abuse Against Norris After Baku Crash

Alpine menegaskan bahwa kesalahan adalah bagian dari balapan ketika pembalap tampil di batas kemampuan. Namun, tidak ada alasan untuk membalas dengan ujaran kebencian. "Kesalahan terjadi saat balapan di batas kemampuan dan tidak peduli hasil atau akibatnya, tidak ada yang boleh menjadi sasaran komentar kebencian atau pelecehan," lanjut pernyataan itu. Mereka juga menekankan bahwa kampanye menentang pelecehan bukanlah serangan terhadap basis penggemar tertentu, melainkan seruan universal untuk semua penggemar olahraga ini.

ADVERTISEMENT

Ini bukan kali pertama Alpine angkat suara. Sebelumnya, Flavio Briatore, sosok berpengaruh di tim, sempat mengancam akan memboikot media Argentina setelah penggemar Colapinto melontarkan pelecehan kepada Gasly. Langkah tegas itu menunjukkan bahwa tim tidak main-main dalam melindungi pembalapnya dari serangan verbal di dunia maya. "Kami tahu sebagai peserta yang bangga dan pemangku kepentingan dalam olahraga ini, kami memiliki tanggung jawab untuk bersuara dan juga membantu mencari solusi," tegas Alpine.

Colapinto sendiri telah menerima tanggung jawab penuh atas insiden tersebut. Ia meminta maaf kepada Alpine, Norris, dan Gasly. Sebagai konsekuensi, pembalap muda Argentina itu akan menjalani hukuman penalti lima posisi di grid pada balapan berikutnya. Meski demikian, hukuman di lintasan tidak seharusnya berujung pada serangan pribadi di media sosial. Norris, yang tengah berjuang mempertahankan gelar juara dunianya, menjadi korban badai komentar pedas yang sebagian besar datang dari penggemar Colapinto.

Alpine menutup pernyataannya dengan komitmen untuk terus bekerja sama dengan promotor kejuaraan, pemegang hak komersial, dan badan pengatur FIA. Tujuannya jelas: menemukan cara efektif untuk memberantas pelecehan online dan mendorong rivalitas sehat yang menjadi ciri khas Formula 1. "Kami akan terus bekerja sama dengan promotor kejuaraan dan pemegang hak, serta badan pengatur untuk mendiskusikan cara-cara mengatasi pelecehan online dan mendorong rivalitas olahraga yang sehat, yang membuat Formula 1 terkenal dan istimewa," pungkas mereka.

ADVERTISEMENT

Kasus ini menjadi pengingat pahit bahwa di balik kemegahan paddock dan adrenalin balapan, ada sisi gelap media sosial yang terus mengintai. Solidaritas antar tim dan pembalap menjadi kunci untuk menjaga semangat sportivitas yang sejati.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU