Alex Marquez berhasil memanfaatkan apa yang ia sebut sebagai "masalah" pada sesi latihan bebas kedua (FP2) menjadi senjata rahasia di MotoGP Sprint Silverstone, Inggris, Sabtu (8/8/2026). Di tengah dominasi Aprilia yang membuat Ducati kesulitan, pembalap Gresini Racing itu justru tampil menonjol dan menjadi satu-satunya rider Desmosedici yang mampu tampil kompetitif hingga akhir balapan.
Masalah utama Ducati di Silverstone kali ini adalah degradasi ban. Fabio Di Giannantonio dan Marc Marquez kehilangan grip secara drastis di paruh kedua balapan. Namun, Alex justru bergerak maju. Ia mengaku kemampuan mengelola ban di akhir balapan lebih baik dari rider Ducati lainnya karena ia sudah merasakan kehilangan grip tersebut sejak FP2.
"Saya mengalami masalah ini pagi tadi di run kedua FP2, saya sangat lambat dan mengalami masalah ini," ujarnya. "Jadi, saya pikir itu latihan terbaik untuk balapan."


Meski tampil impresif, Alex tetap merasa ada keputusan yang kurang tepat. Ia menyesali pilihan ban belakang soft, padahal opsi medium bisa membuatnya lebih kuat di akhir balapan. "Sekarang, setelah Sprint dan semua ini, saya pikir kami membuat kesalahan kecil dengan tidak memakai ban belakang medium," kata Alex. "Saya pikir bagi kami itu pilihan yang lebih baik untuk membayar sedikit waktu di lap pertama untuk memulihkan banyak di akhir."
Alex juga mengungkap bahwa ia tidak sempat mempertimbangkan ban medium karena keputusan diambil di menit-menit terakhir. "Saya melakukan kesalahan karena saya tidak pernah menaruh opsi 'medium' di pikiran saya," akunya. "Tapi ketika Michelin datang kepada saya sebelum menuju grid, mereka bilang 'Mungkin Raul akan pakai medium'. Mereka bilang dia pakai medium, tapi di saat terakhir dia mengganti. Lalu saya bersama kru dan bertanya 'Kenapa tidak medium?' Dan kami mulai memikirkannya, tapi sudah terlambat. Jadi, itu juga kesalahan saya untuk tidak berpikir lebih awal dan menaruh semua opsi di atas meja."
Keberuntungan juga turut membantu Alex di awal balapan. Ia berada di belakang Raul Fernandez dan Marco Bezzecchi yang tidak terlalu cepat, sehingga ia bisa menghemat ban. "Mereka cepat, tapi tidak terlalu cepat, jadi pada saat itu saya bisa menghemat beberapa ban. Sementara yang lain hanya mencoba mengikuti Jorge Martin, tapi dia super cepat."
Hasil ini menjadi modal berharga bagi Alex menjelang balapan utama Minggu. Dengan pelajaran dari Sprint, ia diharapkan bisa tampil lebih konsisten dan memberikan perlawanan sengit kepada para rivalnya di sirkuit Silverstone yang terkenal menuntut manajemen ban yang baik.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!