Alex Marquez mengaku kesulitan menemukan ritme kompetitif dalam Sprint Race MotoGP Prancis di Le Mans, yang menyebabkannya hanya mampu finis di posisi kedelapan. Hasil ini terpaut cukup jauh, yakni 6,6 detik dari pemenang balapan, Jorge Martin, setelah performa buruk yang bermula sejak sesi kualifikasi.
Analisis teknis mengungkapkan bahwa masalah utama Marquez terletak pada manajemen grip ban belakang saat suhu lintasan meningkat. Pembalap Gresini ini menjelaskan bahwa mobil Ducati GP26 miliknya kehilangan traksi yang signifikan dalam kondisi panas, yang secara langsung mengganggu stabilitas kendaraan saat akselerasi keluar tikungan. Hal ini menciptakan defisit kecepatan yang membuatnya sulit untuk bersaing di kelompok depan sepanjang sesi Sprint.

Kondisi ini diperburuk oleh kesalahan fatal yang dilakukan Marquez pada sesi kualifikasi. Ia mengalami kecelakaan setelah kehilangan kendali bagian depan motor pada kombinasi tikungan satu, dua, dan tiga. Insiden tersebut sangat merugikan karena memaksa ia memulai balapan dari posisi ke-10, sementara ia yakin memiliki potensi kecepatan untuk setidaknya mengamankan posisi di baris kedua jika tidak melakukan kesalahan.

Meskipun mengalami kesulitan, Marquez melihat adanya peluang untuk bangkit pada balapan utama. Secara data, ia merasa hanya membutuhkan peningkatan waktu sekitar 0,1 hingga 0,15 detik per putaran untuk bisa bersaing memperebutkan posisi podium. Optimisme ini didasarkan pada basis kecepatan dasar mobilnya yang sebenarnya cukup kompetitif, namun terhambat oleh korelasi setup ban yang belum sinkron dengan suhu panas di Sirkuit Le Mans.
Perbandingan performa internal Ducati menunjukkan disparitas yang cukup tajam. Di saat Pecco Bagnaia mampu mengoptimalkan grip dan finis kedua, Alex Marquez justru berjuang dengan stabilitas ban belakang. Sementara itu, sang kakak, Marc Marquez, juga mengalami akhir pekan yang buruk dengan kecelakaan hebat yang menyebabkan fraktur kaki, yang semakin menambah tekanan bagi Alex untuk menjadi tumpuan utama di tim satelit Ducati.
Strategi untuk balapan utama akan difokuskan pada penyesuaian setup sasis dan pemilihan kompon ban guna mengatasi masalah grip di suhu tinggi. Jika tim mampu memangkas selisih waktu sepersepuluh detik tersebut, Marquez memiliki peluang besar untuk memperbaiki posisinya. Tantangan terbesarnya adalah menemukan keseimbangan antara kecepatan murni dan ketahanan ban agar tidak kembali mengalami penurunan performa di pertengahan balapan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!