SPONSORED

Alex Marquez: Ducati Tak Seperti Biasanya di Austria

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Alex Marquez: Ducati Tak Seperti Biasanya di Austria
TO NEWS OVERVIEW
Alex Marquez was one of several Ducati riders to struggle with rear grip in the Austrian… © Gold & Goose

Alex Marquez tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Pembalap Gresini Racing itu menyebut Ducati sama sekali bukan motor yang biasa ia tunggangi, setelah ia terjatuh di MotoGP Austria 2026. Bagi Marquez, akhir pekan di Red Bull Ring adalah pengalaman yang benar-benar aneh.

Alex Marquez terjatuh di MotoGP Austria 2026
Alex Marquez terjatuh saat berduel dengan Raul Fernandez di Tikungan 2a. (Foto: Sportrik Media)

Red Bull Ring selama ini menjadi benteng Ducati. Sejak sirkuit ini masuk kalender MotoGP pada 2016, pabrikan Bologna hanya dua kali kalah di sana sebelum tahun ini. Kekalahan terakhir terjadi pada 2021 dalam kondisi campuran di Styrian Grand Prix. Namun musim ini, dominasi itu buyar. Aprilia mendominasi lewat Jorge Martin di Sprint dan tiga pembalap di balapan utama: Martin, Marco Bezzecchi, dan Ai Ogura. Ditambah kemenangan perdana Pedro Acosta bersama KTM, Ducati harus rela tanpa podium untuk pertama kalinya sejak 2016.

“Saya cukup terkejut harus menderita seperti ini di sini,” ujar Marquez. “Tapi sejak FP1, kami sudah melihat apa yang terjadi. Sesuatu yang sangat aneh. Motornya tidak seperti yang kami kenal. Berubah banyak dengan casing – ini juga terjadi pada kami di Thailand. Kami tidak bisa menggunakan grip dari ban belakang ini, dan kami kehilangan banyak di bagian traksi.”

Acosta Finally Wins, Ducati Flops, Martin Leads Championship
Read AlsoAcosta Finally Wins, Ducati Flops, Martin Leads Championship

Marquez mengungkapkan bahwa konstruksi ban belakang yang sama akan digunakan di Grand Prix Indonesia pada Oktober nanti. Ia pun memprediksi Ducati akan menghadapi tantangan serupa di Mandalika. “Mirip,” katanya. “Dan di sana level grip dari layout juga lebih tinggi daripada di sini. Jadi, akan seperti ini. Tahun lalu Fermin [Aldeguer] menang, saya di podium, jadi berharap bisa bagus di sana dan lebih sedikit kesulitan. Tapi di sana, Aprilia tahun lalu sudah terbang, terutama Bezzecchi. Jadi akan sulit, tapi kami akan berusaha maksimal, dan Ducati pasti akan bekerja keras.”

ADVERTISEMENT

Balapan Marquez di Austria berakhir lebih awal. Ia terjatuh di Tikungan 2a saat sedang dilewati Raul Fernandez. Startnya sebenarnya lumayan, tapi ia kehilangan banyak posisi di tikungan pertama. “Start-nya tidak buruk, tapi kemudian saya tidak cukup menyerang di tikungan pertama,” jelasnya. “Lalu saya berada di tengah, bertarung, dan kehilangan banyak posisi. Saya melewati garis start-finish di posisi ke-14, saya pikir. Saya mendapat alarm rem panas, mesin panas, semuanya, tapi saya bilang ‘Oke, saya coba, saya di posisi 14, 13, jadi tidak akan rugi banyak jika saya jatuh’. Jadi saat itu saya mulai menyerang, dan kemudian bertarung dengan Raul. Kami sejajar, saya sedikit di zona kotor, lalu kehilangan bagian depan. Tidak ada yang bisa dikatakan. Hanya minta maaf kepada tim karena saya melakukan terlalu banyak kesalahan akhir pekan ini, dan saya tidak mampu mengatasi masalah yang kami hadapi pada Ducati.”

Kekecewaan Marquez menggambarkan betapa Ducati sedang tidak berada di jalur yang benar. Perubahan karakter motor akibat ban membuat mereka kehilangan keunggulan traksi yang selama ini menjadi senjata utama. Sementara Aprilia dan KTM tampil semakin kompetitif. Kemenangan Acosta menjadi sinyal bahwa persaingan musim ini akan jauh lebih ketat. Ducati dituntut segera menemukan solusi, terutama menghadapi sirkuit-sirkuit dengan karakter berbeda seperti Mandalika yang akan menjadi ujian berikutnya.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU