Fermin Aldeguer tidak datang ke Motegi untuk sekadar melengkapi daftar peserta. Pembalap Gresini Racing itu mengemas misi pribadi: mengubah catatan manis di atas kertas menjadi trofi nyata. Dalam wawancara eksklusif bersama jurnalis Manuel Pecino, Aldeguer mengakui bahwa Sirkuit Motegi selama ini seperti teka-teki yang belum terpecahkan—cepat, tetapi sering berakhir tanpa hasil maksimal.
“Motegi adalah sirkuit yang sedikit aneh bagi saya,” ujar Aldeguer. “Saya selalu punya feeling bagus dan catatan waktu yang kompetitif, tapi belum pernah benar-benar finis di posisi yang pantas. Selalu di dalam top 10, tapi tidak pernah podium atau memperebutkan kemenangan. Saya juga sering melakukan kesalahan.”
Musim ini, Aldeguer memang tengah membangun momentum. Setelah awal musim yang diwarnai masalah fisik, ia perlahan menemukan ritme dan kepercayaan diri. “Saya berharap bisa mendapatkan hasil seperti balapan terakhir,” tambahnya. Motivasi ekstra selalu menyertai langkahnya meninggalkan Jepang, dan ia ingin mengakhiri pekan ini dengan senyum lebar.

Kesalahan dan Nasib Buruk yang Menghantui
Aldeguer tidak menampik bahwa faktor non-teknis sering menggagalkan usahanya di Motegi. “Tahun lalu, di akhir latihan kami cukup cepat, tapi banyak bendera kuning sehingga saya tidak bisa langsung ke Q2. Di Q1 saya berada di posisi kedua, lalu terjatuh di tikungan kelima saat menyerang waktu. Semua peluang hilang,” kenangnya.
Selain itu, karakter Motegi yang sempit dan teknis membuat balapan menjadi ujian fisik dan mental. “Balapannya cukup menuntut. Sulit untuk menyalip, dan mengikuti pembalap lain bisa membuat suhu ban depan bermasalah,” jelasnya. Aldeguer mengakui telah merasakan masalah suhu ban depan dalam beberapa balapan terakhir, dan itu menjadi salah satu fokus perbaikan.
Pebalap Spanyol itu juga menyinggung soal Austria, yang dikenal sebagai sirkuit berat untuk rem. “Saya tidak punya informasi spesifik. Yang jelas, akan menarik untuk melihat dan mencobanya,” ujarnya singkat. Meski demikian, ia tidak ingin terjebak dalam spekulasi teknis yang bisa mengalihkan fokus dari balapan di Motegi.
Peluang dan Tekanan di Gresini
Bersama Ducati dan tim Gresini, Aldeguer memiliki paket yang mumpuni untuk bersaing di barisan depan. Namun, konsistensi masih menjadi PR. Ia sadar bahwa hasil di Motegi bisa menjadi titik balik untuk sisa musim. “Saya selalu meninggalkan sirkuit ini dengan motivasi ekstra, seperti yang terjadi di Indonesia tahun lalu. Semoga kali ini saya bisa mengakhiri pekan dengan hasil bagus,” harapnya.
Jika Aldeguer mampu mengatasi ‘kutukan’ Motegi, bukan tidak mungkin ia akan menjadi ancaman serius di sisa kalender. Yang jelas, ia tidak ingin pulang dengan tangan hampa lagi. “Kami akan lihat apa yang terjadi,” tutupnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!