Sejak debutnya pada 2016, Sirkuit Baku telah menjadi panggung drama dan kejutan. Balapan di ibu kota Azerbaijan ini awalnya diperkenalkan sebagai Grand Prix Eropa sebelum akhirnya berganti nama menjadi Grand Prix Azerbaijan pada 2017. Sepanjang sejarahnya, hanya segelintir pembalap yang mampu mengukir namanya sebagai pemenang.
Nico Rosberg menjadi pionir dengan kemenangan di edisi perdana 2016 bersama Mercedes. Setahun berselang, Daniel Ricciardo memberikan kemenangan bersejarah bagi Red Bull di Baku. Namun, Mercedes kembali mendominasi melalui Lewis Hamilton pada 2018 dan Valtteri Bottas pada 2019. Dominasi Mercedes ini sempat terhenti ketika Sergio Perez dan Max Verstappen bergantian membawa Red Bull berjaya pada 2021, 2022, dan 2023.
Momen bersejarah terjadi pada 2024 ketika Oscar Piastri berhasil membawa McLaren kembali ke podium tertinggi di Baku. Sayangnya, kebangkitan McLaren harus dihentikan oleh Max Verstappen yang kembali menang pada 2025. Terakhir, pada 2026, George Russell menutup daftar juara dengan kemenangan untuk Mercedes, menegaskan bahwa tim Silver Arrows masih memiliki racikan sempurna untuk sirkuit jalan raya yang menantang ini.

Melihat daftar panjang tersebut, jelas bahwa Baku bukan sekadar sirkuit biasa. Karakter trek jalan raya yang sempit dengan tikungan buta dan lintasan lurus panjang menuntut keberanian serta strategi cerdas. Mercedes dan Red Bull terbukti paling piawai membaca situasi, sementara tim lain seperti McLaren dan Ferrari masih berjuang untuk konsisten.
Bagi para penggemar, GP Azerbaijan selalu menyajikan ketegangan hingga lap terakhir. Kita tunggu apakah dominasi Mercedes dan Red Bull bisa dipatahkan pada edisi-edisi mendatang, atau justru muncul kekuatan baru yang siap menantang.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!