Valtteri Bottas mengejutkan paddock dengan penolakannya terhadap wacana memindahkan seri penutup Formula 1 musim ini ke Sirkuit Imola, Italia. Pembalap Cadillac itu buka suara menjelang Grand Prix Bahrain, dan alasannya bukan sekadar soal performa atau trek.
Bottas menyoroti dua hal yang jarang dibahas: cuaca dan pajak. "Saya tidak terlalu antusias karena saya dengar soal cuaca di sana sekitar waktu itu," ujarnya kepada media. "Kabut di pagi hari, matahari terbenam lebih awal, suhu dingin. Saya tidak tahu apakah Anda pernah dengar soal pajak Italia? Tidak ada pembalap yang benar-benar ingin balapan di Italia karena kejadian baru-baru ini."
Pernyataan itu merujuk pada aturan perpajakan Italia yang menganggap atlet asing sebagai pekerja lepas, sehingga tim wajib memotong sebagian gaji pembalap untuk disetorkan ke otoritas pajak. Awal tahun ini, otoritas pajak Italia dikabarkan mengirim surat kepada sejumlah pembalap, meminta mereka melunasi setidaknya setengah dari tunggakan pajak selama tujuh tahun terakhir. Ini bukan kali pertama isu pajak mencuat di paddock, tetapi jarang ada pembalap yang blak-blakan menolak balapan di Italia karena alasan ini.

Sementara itu, Formula 1 tengah dilanda ketidakpastian jelang putaran penutup musim. Konflik antara AS dan Iran yang memanas membuat keamanan perjalanan ke Timur Tengah menjadi sorotan. F1 dijadwalkan menggelar seri di Qatar dan Abu Dhabi, tetapi dengan ketegangan yang meningkat, muncul wacana untuk membatalkan balapan di kawasan tersebut. GP Arab Saudi sebelumnya sudah dibatalkan, dan GP Bahrain dipindahkan ke Malaysia. Namun, FOM dan FIA masih enggan mencoret dua putaran Timur Tengah yang tersisa. Imola disebut-sebut sebagai kandidat pengganti, meski belum ada konfirmasi resmi.
Imola sendiri merupakan sirkuit bersejarah yang baru saja keluar dari kalender F1. Kembalinya trek ini akan disambut baik oleh banyak penggemar, tetapi tidak semua pembalap setuju. Selain Bottas, beberapa pembalap lain juga mengangkat isu cuaca. Eropa dikenal dengan musim dingin yang keras, dan menggelar balapan mendekati Natal berarti risiko suhu rendah, kabut, bahkan salju. Dengan matahari terbenam lebih awal, kondisi trek bisa sangat berbeda dari biasanya.
Bottas menegaskan bahwa ia akan menghormati keputusan F1 jika balapan tetap digelar. "Saya pikir jika F1 pergi, ya. Saya tidak berpikir Formula 1 akan mengambil risiko itu untuk semua orang di sini. Jadi, jika itu jalan, tidak apa-apa," tambahnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa meski tidak setuju, ia tetap profesional dan mengutamakan keselamatan bersama.
Keputusan akhir ada di tangan FOM dan FIA. Mereka harus menimbang antara keamanan, logistik, dan tradisi. Jika Imola jadi dipilih, maka para pembalap harus bersiap menghadapi tantangan unik: trek legendaris dengan cuaca yang tidak bersahabat dan urusan pajak yang rumit. Yang jelas, pernyataan Bottas telah menambah dimensi baru dalam diskusi panas tentang penutup musim F1.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!