Formula 1, Sportrik Media – Yuki Tsunoda resmi didegradasi menjadi test and reserve driver Red Bull untuk musim 2026, tanpa kursi balap full-time di grid Formula 1.
Pembalap Jepang berusia 25 tahun ini digantikan oleh Isack Hadjar di tim utama bersama Max Verstappen, sementara Arvid Lindblad debut di Racing Bulls berpasangan dengan Liam Lawson.
Selain itu, performa Tsunoda di 2025 mengecewakan setelah promosi ke Red Bull pada ronde ketiga, hanya mencetak 33 poin dan sering kalah dari pembalap Racing Bulls. Keputusan ini menutup lima musimnya sebagai pembalap utama.
Analisis lebih dalam menunjukkan peluang comeback tetap terbuka. Alex Albon, yang pernah mengalami degradasi serupa dari Red Bull pada 2020-2021 sebelum kembali via Williams, mendukung Tsunoda.
“Saya sedih untuk Yuki. Dia pembalap sangat berbakat dan pantas berada di F1,” ujar Albon. Prinsipal Red Bull, Laurent Mekies, juga optimistis: “Saya harap Yuki mendapat kesempatan lagi.”
Namun, untuk 2026, Tsunoda kemungkinan fokus simulator dan TPC testing, mungkin dengan aktivitas lain di luar balap. Peluang mid-season muncul jika Hadjar atau Lindblad underperform.
Prospek lebih cerah di 2027, saat rider market meledak dengan banyak kontrak berakhir, termasuk Fernando Alonso dan Lance Stroll di Aston Martin – mitra Honda sejak 2026. Hubungan Honda dengan Tsunoda sejak junior bisa membuka pintu.
Opsi lain termasuk Alpine atau tim midfield, mirip comeback Sergio Perez dan Valtteri Bottas.
Tsunoda sendiri tegas: “Saya belum selesai. Saya akan buktikan pantas kembali ke grid.”
Kunjungi Sportrik.com untuk update terkini Formula 1.



Discussion (0)
Please login to join the discussion.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!