Acosta Kuasai Latihan Bebas Kedua MotoGP Malaysia 2025 di Tengah Hujan

Acosta Kuasai Latihan Bebas Kedua MotoGP Malaysia 2025 di Tengah Hujan
Pedro Acosta dari KTM Factory Racing © Michelin

MotoGP, Sportrik Media - Pedro Acosta dari KTM Factory Racing mendominasi sesi latihan bebas kedua MotoGP Malaysia 2025 di Sirkuit Sepang, meskipun mengalami dua kecelakaan pada hari Jumat. Pembalap Spanyol ini mencatatkan waktu tercepat 1 menit 57,559 detik, mengungguli Johann Zarco dari LCR Honda dan Jack Miller dari Pramac Yamaha.

Sesi latihan kedua yang berdurasi satu jam ini tertunda selama 35 menit akibat tumpahan oli dari kategori pendukung sebelumnya. Ancaman hujan terus membayangi, dengan hujan ringan turun di 15 menit terakhir, memengaruhi strategi dan performa pembalap. Meski demikian, perbaikan waktu putaran tetap terjadi hingga akhir sesi, di tengah beberapa insiden kecelakaan yang menambah drama.

 

Meskipun terjatuh di Tikungan 9 di awal sesi, Pedro Acosta menunjukkan ketangguhan luar biasa. "Saya abaikan kecelakaan itu dan fokus pada ritme," ujarnya, seperti dikutip dari sumber resmi. Waktu terbaiknya hanya terpaut 0,019 detik dari Johann Zarco, yang finis kedua dengan 1 menit 57,578 detik. Jack Miller mengamankan posisi ketiga, tertinggal 0,281 detik dari Acosta, menegaskan performa kuat Yamaha di kondisi lintasan yang menantang.

 

Fermin Aldeguer dari BK8 Gresini Ducati, yang memimpin sesi latihan bebas pertama, sempat menjadi yang tercepat di 10 menit awal dengan waktu 1 menit 58,279 detik. Namun, ketika hujan mulai turun, beberapa pembalap beralih ke ban lunak untuk memanfaatkan grip tambahan. Fabio Quartararo dari Monster Yamaha sempat memimpin dengan 1 menit 58,113 detik sebelum Acosta merebut posisi teratas di menit-menit akhir.

ADVERTISEMENT

Hujan yang sempat mengguyur lintasan mengering menjelang akhir sesi, memungkinkan pembalap untuk terus memperbaiki waktu mereka. Strategi pemilihan ban menjadi faktor krusial, dengan soft tire memberikan keunggulan di kondisi basah-ringan.

Francesco Bagnaia dari Ducati Lenovo

Francesco Bagnaia dari Ducati Lenovo, pembalap pabrikan Ducati terdepan, hanya mampu finis di posisi ke-12, gagal lolos langsung ke Q2. Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing, yang sedang dalam performa apik, juga terpuruk di posisi ke-15, memaksa keduanya bertarung di Q1 bersama Aldeguer, Raul Fernandez dari Trackhouse Aprilia—pemenang GP Australia—dan Luca Marini dari Honda HRC Castrol, yang nyaris lolos dengan selisih hanya 0,062 detik dari batas Q2.

 

Pembalap lain yang menonjol termasuk Joan Mir dari Honda HRC Castrol, yang finis keempat, diikuti Fabio Quartararo di posisi kelima. Fabio Di Giannantonio dari Pertamina VR46 Ducati menjadi pembalap Ducati terbaik di posisi keenam, di depan rekan setimnya Franco Morbidelli. Pol Espargaro, yang menggantikan Maverick Vinales di Tech3 KTM, finis kedelapan, sementara Alex Marquez dari Gresini Ducati bertahan di posisi kesembilan meski mengalami kecelakaan di 20 menit terakhir. Alex Rins dari Monster Yamaha mengamankan tempat terakhir di Q2 meskipun jatuh di lap terakhirnya.

Sayangnya, wildcard Augusto Fernandez dari Yamaha Factory Racing mengalami kecelakaan di akhir sesi dan finis di posisi terakhir dengan motor V4 M1.

 

Dengan sesi Q1 yang diprediksi akan sangat kompetitif karena melibatkan nama-nama besar seperti Bagnaia dan Bezzecchi, sesi kualifikasi Sabtu pagi menjadi krusial. Acosta, dengan ketangguhannya di lintasan basah, berpeluang besar merebut pole position jika hujan tidak kembali mengganggu. Alex Marquez tetap berada di jalur untuk mengunci posisi kedua di kejuaraan dunia, meskipun kecelakaan hari ini menambah tantangan baginya.

 

Ancaman cuaca buruk yang terus berlanjut membuat tim harus cermat dalam menentukan setup ban dan aerodinamika. Performa mengejutkan Zarco bersama Honda LCR menunjukkan potensi kejutan di kondisi lintasan basah. Analisis mendalam Sportrik memprediksi bahwa strategi adaptasi terhadap hujan akan menjadi penentu hasil balapan utama pada hari Minggu, dengan KTM dan Yamaha tampaknya memiliki keunggulan di kondisi lintasan yang bervariasi.

Discussion (0)

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

Live Commentary / Indonesia Live Coverage

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

WATCH LIVE
RECOMMENDED FOR YOU