Reli Finlandia 2025 menyisakan cerita di luar trek. Delapan pebalap WRC terciduk polisi setempat karena pelanggaran lalu lintas selama event berlangsung, termasuk nama-nama besar dari kategori Rally1.
Menurut surat kabar Finlandia, Keskisuomalainen, mereka yang terlibat adalah Adrien Fourmaux, Arthur Pelamourgues, Pablo Sarrazin, Martins Sesks, Josh McErlean, Robert Virves, Ugur Soylu, dan Calle Carlberg. Dari delapan nama tersebut, Fourmaux, Sesks, dan McErlean turun di kelas Rally1 di Central Finland. Pebalap Hyundai itu akhirnya finis keempat secara keseluruhan.
Insiden paling serius melibatkan Sarrazin, yang berlaga di kategori Rally2. Ia disangka membahayakan keselamatan jalan raya secara agresif. Pelaporannya, pebalap asal Prancis itu menyalip beberapa kendaraan di zona larangan menyalip di Highway 9 pada Sabtu. Aksi nekatnya berlanjut ketika ia menyalip patroli polisi di dekat pusat Korpilahti, yang langsung memicu kejaran. Sarrazin mengabaikan sinyal polisi untuk berhenti dan baru menghentikan mobilnya setelah petugas berjajar di sampingnya di jalur mendahului. Akibatnya, ia dikenai larangan mengemudi sementara, dengan durasi dan jumlah denda harian akan ditentukan pengadilan distrik.

Sementara itu, sebagian besar pebalap lain terbukti melanggar batas kecepatan, beberapa dengan selisih cukup besar. Soylu dan Carlberg, misalnya, tercatat melaju 100 km/jam di zona 50 km/jam di kawasan pemukiman Koskenpaa. Fourmaux juga kedapatan 84 km/jam di lokasi yang sama. Meski melanggar signifikan, mayoritas pebalap hanya menerima denda €200. Denda terbesar, €510, dijatuhkan kepada Soylu.
Polisi menjelaskan bahwa bagi warga yang terdaftar tinggal di luar negeri, jumlah denda harian didasarkan pada pendapatan bersih bulanan. Namun, otoritas Finlandia tidak dapat memverifikasi catatan pajak pebalap asing, sehingga denda minimum yang berlaku adalah €200. Akibat kejadian ini, enam dari delapan pebalap yang terjaring razia mendapat larangan mengemudi sementara setelah event. Sesks dan McErlean menjadi pengecualian, karena hanya tercatat melaju 86 km/jam di zona 60 km/jam. Keduanya menerima 14 denda harian, sementara pebalap lain dijatuhi 20 hingga 30 denda harian.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa para pebalap WRC, di luar kecepatan di lintasan, tetap harus mematuhi aturan di jalan umum. Kejadian serupa sebenarnya bukan hal baru di ajang reli, tetapi jumlah pelanggaran kali ini cukup mencolok dan menyita perhatian publik Finlandia yang terkenal disiplin dalam berlalu lintas.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!