FIA resmi menunjuk 11 pembalap profesional dari berbagai kategori motorsport sebagai ambassador untuk program Smart Driving Challenge 2026. Inisiatif global tersebut bertujuan meningkatkan keselamatan dan efisiensi berkendara melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan serta keterlibatan langsung para pembalap profesional.
Melalui program ini, para ambassador akan memimpin tim berisi pengemudi umum menggunakan aplikasi FIA Smart Driving Challenge. Peserta nantinya akan memperoleh statistik performa berkendara, panduan keselamatan, hingga berbagai konten eksklusif dari pembalap pilihan mereka melalui aplikasi dan media sosial resmi.
Daftar ambassador tahun ini mencakup berbagai kejuaraan dunia FIA, termasuk pembalap World Endurance Championship Yifei Ye dan Malthe Jakobsen, pembalap Formula E Edoardo Mortara, serta perwakilan World Rally Championship seperti Yohan Rossel, Taylor Gill, dan Romet Jürgenson.

Selain itu, FIA juga menunjuk pembalap World Rally-Raid Championship Aliyyah Koloc, spesialis GT dan DTM Kelvin van der Linde, pereli Kajetan Kajetanowicz, pembalap INDY NXT Tymek Kucharczyk, serta content creator dan racing driver Hana Burton.
Program FIA Smart Driving Challenge kini memasuki musim kedelapan sejak pertama kali diluncurkan. Sistem penilaian menggunakan teknologi artificial intelligence milik Greater Than yang menganalisis gaya berkendara melalui konektivitas smartphone dengan kendaraan peserta.
Peserta hanya perlu mengunduh aplikasi dan menghubungkannya ke kendaraan melalui Bluetooth untuk menerima penilaian real-time terkait keselamatan berkendara dan efisiensi energi. FIA menyebut pendekatan tersebut dirancang untuk mendorong perubahan kecil dalam kebiasaan berkendara yang dapat memberikan dampak besar terhadap keselamatan jalan raya dan pengurangan emisi.
“FIA Smart Driving Challenge unik karena mempertemukan pengemudi sehari-hari dengan figur besar motorsport untuk membantu menciptakan mobilitas yang lebih aman dan berkelanjutan di seluruh dunia,” ujar FIA Secretary General for Automobile Mobility, Sustainability and Tourism, Willem Groenewald.
Pada musim sebelumnya, peserta dari 97 negara mengikuti program ini dengan rata-rata pengurangan penggunaan baterai atau emisi CO2 mencapai sembilan persen. FIA juga mencatat tingkat risiko berkendara peserta 37,5 persen lebih rendah dibanding rata-rata pengemudi umum.
Smart Driving Challenge 2026 akan berlangsung hingga Desember dengan format tujuh heat sebelum 20 peserta terbaik melaju ke babak playoff. Dua finalis nantinya akan bertarung pada final head-to-head untuk memperebutkan gelar World’s Smartest Driver.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!