SPONSORED

Eks Co-Driver Peter Brock, Troy Dunstan, Tutup Usia di 64 Tahun

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Eks Co-Driver Peter Brock, Troy Dunstan, Tutup Usia di 64 Tahun
TO NEWS OVERVIEW
Troy Dunstan. Image: Supplied

Dunia balap touring Australia kembali berduka setelah mantan co-driver legendaris Peter Brock, Troy Dunstan, meninggal dunia pada usia 64 tahun. Dilansir dari Speedcafe, ia mengembuskan napas terakhirnya setelah berjuang melawan penyakit kanker yang juga merenggut nyawa istrinya, Wendy, awal tahun ini. Kepergian sosok yang dikenal memiliki talenta luar biasa di balik kemudi sekaligus kepiawaian teknik mekanik ini meninggalkan duka mendalam bagi komunitas motorsport.

Lahir dan besar di Gold Coast, Troy Dunstan mengenal dunia balap melalui sang paman yang juga pebalap mobil touring terkemuka Australia, Charlie O’Brien. Dari sinilah kecintaannya terhadap dunia otomotif bermula, membawanya meniti karier dari ajang Formula Ford hingga panggung balap ketahanan mobil touring nasional yang prestisius di berbagai sirkuit ikonik Australia.

Puncak karier awal Troy Dunstan terjadi pada tahun 1991 ketika ia merajai kejuaraan nasional Formula Ford bersama tim Speedtech yang didirikan atas kerja sama dengan Terry Morris. Kesuksesan tersebut membuka jalan lebar menuju ajang mobil touring profesional bersama Advantage Racing, di mana ia dipercaya berbagi kokpit mobil Commodore #05 bersama Peter Brock pada ajang Sandown 500 tahun 1992.

Aturan Wajib Sarung Tangan Motor: Panduan Regulasi dan Homologasi
Baca JugaAturan Wajib Sarung Tangan Motor: Panduan Regulasi dan Homologasi

Dedikasi dan ketangguhan Troy Dunstan diakui oleh banyak tokoh penting di paddock. Charlie O’Brien mengenang keponakannya tersebut sebagai sosok yang sangat diremehkan. "Saya pikir dia benar-benar diremehkan sebagai seorang pebalap," ujar Charlie O’Brien kepada Speedcafe. "Dia memiliki ketangguhan yang luar biasa dan sangat bagus melihatnya mendapatkan beberapa kesempatan setelah sukses di Formula Ford, tetapi ia mungkin pantas mendapatkan lebih banyak."

ADVERTISEMENT

Sementara itu, mantan rekan setimnya di Speedtech, Paul Morris, memberikan penghormatan dengan gaya khas dunia balap masa lalu. "Troy adalah satu-satunya pria yang saya tahu yang bisa minum 20 gelas rum dan cola, bangun keesokan paginya, makan pai, merokok, lalu pergi keluar dan memenangkan balapan motor!" kenang Paul Morris. Warisan keahlian Troy Dunstan sebagai pebalap sekaligus mekanik handal akan selalu dikenang dalam sejarah balap touring.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU