SPONSORED

Ducati Akui Assen Anonim, Gelar Masih Terbuka

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Ducati Akui Assen Anonim, Gelar Masih Terbuka TO NEWS OVERVIEW
© Michelin

Gigi Dall'Igna menilai perebutan gelar MotoGP 2026 kini terbuka lebar meski tim pabrikan Ducati menjalani akhir pekan yang disebutnya “anonim” di Assen. Tidak satu pun dari Marc Marquez dan Francesco Bagnaia mencapai podium setelah Ducati memenangi empat balapan utama sebelumnya.

Performa tersebut memperlihatkan perubahan besar dibandingkan rangkaian sebelum MotoGP Belanda, ketika Marquez meraih tiga kemenangan dan Bagnaia menambahkan satu kemenangan lainnya. Di Assen, Ducati hanya memperoleh satu podium sepanjang akhir pekan melalui posisi ketiga Fabio Di Giannantonio pada Sprint, sebelum pembalap VR46 itu menyelesaikan grand prix di posisi keempat.

“Untuk tim pabrikan, ini pada dasarnya menjadi grand prix yang anonim,” tulis Dall'Igna dalam pembaruan LinkedIn miliknya.

Davide Brivio Tempatkan Ai Ogura di Level Elite
Baca JugaDavide Brivio Tempatkan Ai Ogura di Level Elite

Dall'Igna mengakui Ducati tidak pernah benar-benar tampil sebagai protagonis seperti yang biasa diharapkan dari tim tersebut. Sebaliknya, Aprilia mendominasi akhir pekan dengan menguasai empat posisi teratas di grid, mengamankan finis satu-dua bersama Trackhouse pada Sprint, dan menempatkan seluruh podium grand prix dengan motor RS-GP.

ADVERTISEMENT

Namun, kegagalan Marco Bezzecchi menyelesaikan balapan setelah terjatuh pada lap kedua mengubah dinamika kejuaraan. Kesalahan itu membuat Bezzecchi kehilangan pimpinan klasemen kepada rekan setimnya, Jorge Martin, sekaligus memperkecil jarak di antara para penantang utama.

Delapan pembalap teratas, dari Martin hingga Bagnaia, kini hanya dipisahkan 63 poin dengan sedikit lebih dari separuh musim masih tersisa. Di Giannantonio menjadi pembalap Ducati dengan posisi tertinggi di klasemen, menempati urutan ketiga dan hanya tertinggal 16 poin dari pemimpin. Ia juga menjadi satu-satunya pembalap Ducati yang secara matematis dapat meninggalkan Sachsenring sebagai pemimpin kejuaraan.

Marc Marquez berada 40 poin dari posisi teratas setelah finis ketujuh di Assen, meski sempat menempati posisi ketiga dalam balapan. Bagnaia gagal finis ketika berada di urutan keempat, sementara Alex Marquez mengakhiri grand prix di posisi kelima dalam penampilan pertamanya sejak mengalami cedera di Catalunya dan setelah kembali mengalami kecelakaan berat pada Jumat.

ADVERTISEMENT

Dall'Igna menilai Di Giannantonio dan Alex Marquez menjadi representasi terkuat Ducati melalui kecepatan, karakter, dan kemampuan mereka mempertahankan posisi dalam kondisi sulit. Di Giannantonio bangkit setelah awal balapan yang tidak stabil dan kembali merebut posisi yang hilang akibat penalti, sedangkan Alex bertahan hingga finis tepat di belakangnya meski kondisi fisiknya belum ideal.

Hasil Assen juga memberi dampak langsung pada persaingan pabrikan dan tim. Ducati kini tertinggal 22 poin dari Aprilia dalam klasemen konstruktor, sedangkan Ducati Lenovo menempati posisi ketiga klasemen tim di belakang Aprilia dan Trackhouse. Dengan MotoGP Jerman di Sachsenring pada 10-12 Juli menjadi putaran terakhir sebelum jeda musim panas, Ducati membutuhkan respons kompetitif untuk mencegah Aprilia memperbesar keunggulan sekaligus menjaga para pembalapnya dalam perebutan gelar.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU