Sesi Sprint MotoGP di Mobility Resort Motegi berubah menjadi mimpi buruk bagi sejumlah kontestan akibat masalah integritas kompon ban belakang. Kerusakan parah yang dialami oleh Francesco Bagnaia memaksa pabrikan ban asal Prancis tersebut mengambil tindakan darurat demi keamanan balapan utama.
Masalah utama muncul dalam bentuk fenomena 'chunking' yang membuat serpihan karet terkelupas dari tapak ban, memaksa pembalap Ducati tersebut masuk pit lebih awal. Situasi serupa juga dialami oleh rival terdekatnya, Jorge Martin, serta Jack Miller yang mendapati tingkat blistering ekstrem pada opsi medium.
Sebagai respons atas insiden tersebut, Michelin mencabut kompon lunak dari alokasi balapan dan merekomendasikan opsi kompon keras berkerangka karkas penguat. Keputusan ini menghadirkan tantangan teknis baru karena seluruh pembalap belum pernah menguji kompon tersebut sepanjang akhir pekan di atas permukaan aspal baru Motegi.

Manager Motorsport Michelin, Piero Taramasso, menjelaskan bahwa kombinasi sirkuit yang agresif, ketiadaan data uji coba pra-musim di aspal baru, serta kecepatan balap yang sembilan detik lebih cepat dari tahun lalu menjadi pemicu utama overheating pada ban belakang.
Untuk meminimalisir risiko keselamatan, penyelenggara resmi memutuskan untuk menggelar sesi warm-up tambahan khusus pada Minggu pagi. Sesi ekstra ini krusial bagi tim dan pembalap untuk mengumpulkan data krusial sebelum menghadapi Grand Prix penuh.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!