Diogo Moreira menilai larangan front holeshot device di MotoGP dapat menjadi keuntungan bagi pembalap rookie karena karakter start kini lebih dekat dengan pengalaman dari Moto2.
Sejak 2019, pabrikan MotoGP menggunakan perangkat pengunci suspensi saat start untuk mengurangi wheelie dan memungkinkan pembalap memakai tenaga lebih besar saat meluncur dari grid. Namun, mulai MotoGP Belanda 2026 di Assen, perangkat depan tersebut dilarang lebih awal dengan alasan keselamatan.

Bagi Moreira, perubahan ini membuat proses start tidak terlalu asing. Pembalap LCR Honda itu datang dari Moto2, kelas yang tidak memakai perangkat anti-wheelie serupa, sehingga ia terbiasa mengatur kopling dan rem belakang secara manual saat start.

"Kami harus bermain dengan kopling dan juga rem belakang. Jadi bagi saya yang datang dari Moto2, ini bagus, karena di Moto2 kami tidak memiliki anti-wheelie dan kontrol seperti ini di motor," kata Moreira.
Toprak Razgatlioglu juga menilai larangan perangkat depan sebagai langkah positif dari sisi keselamatan. Menurutnya, start dengan rear device masih lebih mudah dibanding tanpa perangkat sama sekali, seperti yang ia rasakan saat menguji motor Yamaha 850cc di Brno.
Perubahan aturan ini menambah faktor adaptasi penting pada akhir pekan MotoGP Belanda. Meski pembalap berpengalaman tetap memiliki keunggulan dalam manajemen situasi start, para rookie seperti Moreira berpotensi mendapat ruang lebih besar karena elemen teknis yang sebelumnya sangat khas MotoGP kini berkurang.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!