Pedro de la Rosa menyerukan agar Spanyol tidak cepat berpuas diri dengan kesuksesan Fernando Alonso dan Carlos Sainz. Mantan pembalap Formula 1 yang kini menjadi duta Aston Martin itu menilai negaranya perlu berinvestasi pada talenta muda agar tidak kehilangan momentum di panggung motorsport dunia.
Alonso, yang memulai karier F1 pada 2001, telah mengubah wajah olahraga bermotor di Spanyol. Dua gelar juara dunia pada 2005 dan 2006 membuatnya menjadi salah satu ekspor paling berharga, terlebih karena panjangnya karier yang ia jalani. Baru-baru ini, di usia 45 tahun, ia mencatatkan diri sebagai pembalap tertua ke-14 yang meraih poin setelah finis di Grand Prix Belanda.
Sainz juga tak kalah penting. Putra legenda reli Carlos Sainz Sr itu telah mengoleksi empat kemenangan grand prix dan memperkuat tim-tim besar seperti McLaren, Ferrari, dan kini Williams. Sainz juga menjadi duta untuk sirkuit Madring, yang akan menggelar Grand Prix Spanyol perdananya akhir pekan ini.

Berbicara eksklusif kepada Motorsport Week di Madring, de la Rosa memuji penyelenggara karena berhasil menyelesaikan sirkuit dalam waktu singkat. "Saya pikir luar biasa apa yang telah mereka capai dalam waktu sesingkat itu," ujarnya. "Saya tidak mengikuti proyek ini secara rutin, tetapi saya bisa melihat ketika saya datang ke Madrid dan menuju bandara, saya melewatinya dengan taksi, mereka jelas mendorong batas dan berusaha secepat mungkin menyelesaikan semuanya."
De la Rosa, yang pernah membalap untuk tim seperti Arrows, Jaguar, dan McLaren, menambahkan bahwa proyek seperti ini membuatnya sangat bangga. "Sekali kami tiba di sini, saya hanya bisa berkata, 'kerja bagus'. Karena proyek seperti ini membuat saya sangat bangga, terutama bagaimana bagusnya treknya, tetapi terutama bagaimana bagusnya infrastrukturnya. Semua hospitality, paddock, unit korporat, semuanya terlihat sangat menonjol," katanya.
Madring menjadi sirkuit keenam yang menjadi tuan rumah Grand Prix Spanyol, dan mungkin yang paling unik dengan profil jalanan hibrida yang melewati bagian-bagian penting kota. Namun, de la Rosa menekankan pentingnya dukungan finansial bagi pembalap muda agar mereka bisa meniti tangga motorsport dan siap menggantikan Alonso dan Sainz sebagai pahlawan nasional.
"Ini Grand Prix kedua di negara saya, luar biasa," ucapnya. "Karena sulit memiliki satu, tetapi dua seperti mimpi. Itu membuktikan betapa kuatnya Formula 1 di Spanyol saat ini. Tetapi itu juga pengingat bahwa kita tidak boleh tertidur."
Seruan de la Rosa ini menjadi alarm bagi Spanyol untuk terus membangun ekosistem motorsport yang berkelanjutan. Tanpa investasi yang tepat, Spanyol berisiko kehilangan posisinya di peta balap global setelah era Alonso dan Sainz berakhir.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!