SPONSORED

David Coulthard Sindir Lando Norris Usai Samai Rekor F1 di GP Belanda

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
David Coulthard Sindir Lando Norris Usai Samai Rekor F1 di GP Belanda
TO NEWS OVERVIEW
Norris prevailed over Antonelli to win the F1 Dutch GP

Lando Norris mengguncang GP Belanda dengan kemenangan telak di Zandvoort. Pembalap McLaren itu finis 11,5 detik di depan Andrea Kimi Antonelli yang mengendarai Mercedes. Performa impresif sepanjang akhir pekan, mulai dari finis kedua di satu-satunya sesi latihan dan Sprint Qualifying, hingga ketiga di Sprint, berubah menjadi dominasi penuh saat lampu padam.

Kemenangan ini menjadi yang kedua musim ini bagi Norris, sekaligus yang ke-13 sepanjang karier F1-nya. Itu juga kemenangan beruntun pertamanya pada 2026, setelah sebelumnya menang di Hungaria. Dengan torehan itu, ia kini menyamai jumlah kemenangan karier legenda F1, David Coulthard, yang butuh 15 musim untuk mencapai 13 kemenangan, sementara Norris hanya butuh 8 musim.

Komentar Coulthard di podcast Up to Speed pun mengundang tawa. Ia mengaku memprediksi kemenangan Norris, tapi kemudian bercanda, "Oh God, I'm so pissed off! So pissed off! He's a World Champion and has got 13 wins, haha! No, he was awesome. He deserves it." Ucapan itu menunjukkan rasa hormatnya pada pencapaian pembalap muda Inggris itu.

Hadjar Mundur dari GP Belanda: Nicholas Sebut Itu Tanda Percaya Diri
Baca JugaHadjar Mundur dari GP Belanda: Nicholas Sebut Itu Tanda Percaya Diri

Norris sendiri mengakui balapan di Zandvoort tidak mudah. Dengan 72 lap yang menuntut konsistensi, strategi McLaren bekerja sempurna. "It was a tough race. I said I need to put on a bit of a show for everyone for the final race here. I made it tough for myself, but a good race, well fought," ujarnya. Ia menambahkan bahwa ini mungkin salah satu kemenangan terbaiknya karena harus berjuang keras, namun kecepatan mobilnya sangat kuat.

ADVERTISEMENT

Kemenangan ini juga terasa istimewa karena Zandvoort menggelar balapan F1 terakhirnya pada 2026. Norris pun menjadi pembalap terakhir yang menang di sirkuit itu. Meski McLaren tampil lebih lemah dibanding musim lalu, sang juara dunia menunjukkan tren positif. Performanya terus meningkat, dan dengan 11 seri tersisa, peluangnya untuk mempertahankan gelar masih terbuka. Saat ini ia duduk di posisi keempat klasemen, tertinggal 83 poin dari pemimpin klasemen, Antonelli.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU