Menjelang akhir pekan balap yang krusial di Sirkuit Mandalika, Gigi Dall'Igna selaku General Manager Ducati Corse menegaskan bahwa alokasi ban yang disediakan oleh Michelin tidak memberikan keistimewaan bagi pabrikan tertentu dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP. Persaingan ketat antara Borgo Panigale dan Aprilia kini menjadi sorotan utama paddock, terutama setelah kebangkitan impresif di paruh kedua musim ini yang melibatkan nama-nama besar di lintasan.
Situasi perburuan gelar tahun ini menghadirkan dinamika emosional tersendiri bagi Dall'Igna, mengingat sejarah masa lalunya bersama pabrikan asal Noale tersebut. "Ini adalah sensasi yang aneh bertarung melawan Aprilia, yang merepresentasikan masa lalu saya. Namun begitu juga bersaing melawan pembalap mereka, Jorge dan Marco, yang pernah membalap bersama Ducati pada tahun-tahun sebelumnya," ujar Dall'Igna dalam konferensi pers bersama Massimo Rivola. "Rasanya unik. Saya memiliki banyak teman di Aprilia, dan jika seseorang harus mengalahkan kami, lebih baik jika itu adalah para teman yang melakukannya."
Perjalanan Ducati menuju puncak klasemen tidak diraih dengan mudah, terutama mengingat dominasi awal musim yang sempat dipegang oleh rival mereka. Peran Marc Marquez terbukti sangat vital dalam menjaga motivasi tim tetap tinggi di tengah tekanan luar biasa. "Para rival kami begitu jauh di depan pada balapan di Mugello sehingga sulit untuk membayangkan bisa memperebutkan gelar juara, namun adalah tugas kami untuk terus percaya hingga akhir dan Marc mendorong kami dengan keras, lebih dari siapa pun, karena dia selalu mempercayainya. Dan sekarang kami ada di sini," kenang insinyur jenius asal Italia tersebut.

Ketika disinggung mengenai peta kekuatan di Mandalika, Dall'Igna menilai bahwa karakter trek Indonesia menghadirkan tantangan tersendiri yang berbeda dari seri-seri sebelumnya. "Setiap Grand Prix berbeda, tetapi akhir pekan ini lebih rumit karena kami sangat dekat di klasemen, kami telah memenangkan beberapa balapan baru-baru ini, tetapi rival kami sangat cepat dan tidak mudah untuk bisa berada di posisi imbang pada akhirnya," tuturnya menganalisis persaingan ketat di papan atas.
Menanggapi perubahan regulasi dan format baru akhir pekan balap, termasuk penerapan sistem kualifikasi ganda yang baru saja diresmikan, Dall'Igna melihatnya sebagai langkah positif bagi industri. "Format kualifikasi ganda yang baru adalah sebuah kompromi yang bagus antara sebelas tim dan lima pabrikan, tetapi ini bagus untuk tontonan," ungkapnya, sembari menegaskan bahwa regulasi mesin baru untuk tahun 2027 mendatang sepenuhnya berfokus pada aspek keselamatan dan mereduksi kecepatan puncak di trek lurus.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!