Pembalap Pramac Yamaha, Toprak Razgatlioglu, mengaku sangat marah dan bingung setelah mengalami kecelakaan aneh di akhir sesi kualifikasi pertama (Q1) MotoGP Mugello. Juara dunia World Superbike tersebut terjatuh tepat di jalan masuk tikungan terakhir usai melakukan latihan start. Akibat insiden yang disebutnya sebagai kecelakaan bodoh tersebut, motor prototipe miliknya hancur total dan membuatnya harus puas finis di posisi ke-17 pada balapan Sprint.

Berbicara kepada media pada Sabtu malam, pembalap asal Turki ini menjelaskan bahwa kecelakaan tersebut bermula saat ban depannya terkunci di lintasan lurus. Ia berusaha melepaskan tuas rem untuk mengangkat kembali bagian depan motor, namun upayanya gagal hingga akhirnya ia kehilangan kendali. Toprak dengan tegas menolak disalahkan atas insiden tersebut dan menyoroti sulitnya beradaptasi dengan karakter ban depan Michelin yang jauh berbeda dengan Pirelli yang biasa ia gunakan selama bertahun-tahun di ajang Superbike.
Kecelakaan fatal di akhir Q1 tersebut berdampak besar pada kepercayaan dirinya saat melibas tikungan-tikungan cepat Mugello di sisa sesi hari Sabtu. Ia mengaku kehilangan rasa percaya pada cengkeraman ban depan, terutama saat harus berakselerasi di tikungan panjang di mana ban terasa ingin menutup (front-end close). Meski mulai memahami sudut kemiringan yang tepat saat mengerem, Toprak menyadari bahwa proses adaptasinya masih belum cukup untuk menyamai ritme rekan sesama penunggang Yamaha, Alex Rins, dan berharap menemukan terobosan set-up pada balapan utama hari Minggu.




Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!