Franco Colapinto menegaskan bahwa ia masih memiliki dukungan penuh dari bos Alpine, Flavio Briatore, meskipun sempat membuat kesalahan fatal di Grand Prix Azerbaijan yang merugikan tim. Insiden itu terjadi saat restart safety car di tikungan pertama, ketika pembalap Argentina tersebut mengunci ban dan menabrak rekan setimnya, Pierre Gasly, serta Lando Norris dari McLaren.
Kecelakaan itu tidak hanya membuat Gasly dan Norris tersingkir, tetapi juga menghilangkan peluang Alpine meraih poin ganda. Briatore, yang dikenal sebagai sosok tegas, langsung mengeluarkan pernyataan yang memicu spekulasi bahwa Colapinto bisa dicoret dari line-up untuk balapan berikutnya di Malaysia. Namun, nyatanya pembalap muda itu tetap dipercaya untuk melanjutkan sisa musim.
Alih-alih dihukum, Colapinto justru langsung diterbangkan ke Inggris setelah balapan untuk menjalani sesi simulator di pabrik Alpine. Meskipun terlihat seperti hukuman, sumber内部 menyebut bahwa itu adalah strategi aklimatisasi karena perbedaan zona waktu menjelang balapan di Sepang. Colapinto tiba di pabrik pada dini hari dan langsung bekerja, menunjukkan dedikasi tinggi untuk memperbaiki kesalahannya.

Pada Kamis di Sepang, Colapinto dengan tenang menepis anggapan bahwa posisinya terancam. "Tidak juga," ujarnya ketika ditanya apakah dirinya mungkin digantikan oleh pembalap cadangan Paul Aron. "Saya langsung ke simulator setelah balapan. Saya berada di pabrik segera setelah tiba. Bersiap untuk balapan di Malaysia. Hal-hal itu tidak pernah berubah."
Ia juga mengakui bahwa Briatore dan seluruh tim marah atas insiden tersebut, namun mereka telah menyelesaikannya secara internal. "Flavio marah dan semua orang di tim marah. Itu bukan situasi yang menyenangkan, dan lebih buruk lagi menjadi penyebabnya. Tapi kami memperbaikinya secara internal dan mereka sepenuhnya mendukung — dan ingin segera melangkah maju," tambahnya.
Analisis data mengungkap bahwa kesalahan Colapinto sebenarnya relatif kecil. Efek slipstream membuatnya membawa kecepatan lebih tinggi, dan ia sedikit terlalu keras menginjak rem. "Injak rem 2-3% terlalu dalam, Anda mengunci ban depan dan tidak bisa berhenti," jelasnya. "Itu cukup sederhana. Semua orang mengalami lock-up. Hanya saja pada titik itu Anda melaju dengan kecepatan jauh lebih tinggi — tiba-tiba Anda memiliki banyak energi karena tidak melakukan deploy [di lintasan lurus, karena safety car]. Kami tiba-tiba melaju 320, 330 km/jam di tikungan yang mungkin biasanya tidak secepat itu."
Meskipun demikian, Colapinto tetap menerima hukuman turun lima posisi di grid untuk balapan berikutnya. Insiden ini menjadi pelajaran berharga baginya, tetapi dukungan dari Alpine dan Briatore menunjukkan bahwa mereka masih percaya pada potensinya. Tim asal Enstone itu tengah membangun proyek jangka panjang dan melihat Colapinto sebagai bagian penting dari masa depan mereka.
Dengan tekanan yang semakin besar di paddock, Colapinto harus membuktikan bahwa kesalahan di Baku hanyalah kerikil kecil dalam perjalanannya. Balapan di Malaysia akan menjadi ajang pembuktian bahwa ia mampu bangkit dan membayar kepercayaan yang telah diberikan. Seperti kata pepatah di dunia balap, pembalap hebat bukanlah yang tidak pernah jatuh, melainkan yang mampu bangkit lebih kuat.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!