Menjelang akhir musim 2026, CEO Ducati, Claudio Domenicali, mengungkapkan harapan besarnya agar Pecco Bagnaia dapat kembali ke performa terbaiknya. Bagnaia, yang telah menjadi ikon pabrikan Borgo Panigale selama delapan musim, akan segera mengakhiri kemitraan panjangnya untuk bergabung dengan Aprilia pada musim depan.
Domenicali mengakui bahwa situasi saat ini memang sulit bagi sang juara dunia. "Saya masih berpikir Pecco tidak kekurangan apa pun, baik bakat maupun hubungan dengan tim, dan kami belum bisa menemukan kunci dari kekacauan yang sedikit buntu ini," ujar Domenicali seperti dikutip dari Motorsport.com. Ia menekankan bahwa meskipun performa Bagnaia sedang menurun, rasa hormat dan apresiasi terhadap kontribusi sang pembalap tetap tinggi.
Bagnaia tercatat sebagai pembalap tersukses Ducati di era modern dengan dua gelar juara dunia dan 31 kemenangan. Namun, puasa kemenangan selama lebih dari setahun membuat banyak pihak menanti sentuhan magis terakhirnya. "Saya suka mengingat Pecco di tahun 2022 dan 2023, tetapi juga 11 balapan yang ia menangkan di tahun 2024. Dia adalah sosok yang sangat saya sukai," tambahnya.

Di sisi lain garasi, Marc Marquez kini menjadi tumpuan utama Ducati untuk mengamankan gelar juara dunia musim 2026 di Lusail. Sementara itu, kursi yang ditinggalkan Bagnaia akan diisi oleh Pedro Acosta, yang juga tengah bersiap melakukan transisi besar dalam kariernya. Domenicali berharap seri Qatar, Portimao, atau Valencia bisa menjadi panggung perpisahan yang layak bagi kisah indah antara Ducati dan Bagnaia.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!