SPONSORED

Christian Horner: Tidak Ada Alasan Diberikan untuk Pemecatan dari Red Bull

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Christian Horner: Tidak Ada Alasan Diberikan untuk Pemecatan dari Red Bull TO NEWS OVERVIEW
© XPBimages

Christian Horner mengungkapkan bahwa ia tidak diberikan alasan spesifik atas pemecatannya dari Red Bull Racing setelah 20 tahun menjabat sebagai prinsipal tim dan CEO. Pengumuman mengejutkan ini datang setelah Grand Prix Inggris, dengan Laurent Mekies, mantan prinsipal Racing Bulls, ditunjuk sebagai penggantinya. SPORTRIK menganalisis pernyataan Horner dan konteks di balik kepergiannya yang mengguncang dunia Formula 1.


Dalam wawancara dengan Sky Sports F1, Martin Brundle, komentator veteran, menyampaikan bahwa Horner mengaku tidak menerima penjelasan dari Red Bull mengenai alasan pemecatannya.

Lewis Hamilton Ungkap Penyebab Ferrari Gagal di GP Austria 2026
Baca JugaLewis Hamilton Ungkap Penyebab Ferrari Gagal di GP Austria 2026
“Saya berkirim pesan dengan Christian, dan dia mengatakan tidak ada alasan yang diberikan untuk pembebasannya,” ujar Brundle.

“Saya merasa sedih, karena saya menganggap Christian sebagai teman, dan dia telah melakukan pekerjaan luar biasa selama 20 tahun, memenangkan banyak balapan dan kejuaraan dunia.” Horner, yang memimpin Red Bull sejak 2005, mengantarkan tim meraih enam gelar konstruktor dan delapan gelar pembalap, termasuk empat gelar beruntun Max Verstappen dari 2021 hingga 2024.

ADVERTISEMENT


Meski demikian, Brundle menambahkan bahwa ketidakharmonisan dalam tim sudah terasa di paddock Formula 1. “Tidak sulit untuk merasakan bahwa situasi di Red Bull tidak sepenuhnya harmonis,” katanya, merujuk pada performa tim yang menurun dan ketegangan internal.


ADVERTISEMENT

Pemecatan Horner terjadi di tengah musim 2025 yang mengecewakan, di mana Red Bull hanya meraih dua kemenangan dan terpuruk di posisi keempat klasemen konstruktor, tertinggal 288 poin dari McLaren. Performa Yuki Tsunoda, yang hanya mencetak tujuh poin dalam sembilan balapan, serta kegagalan mobil RB21 untuk bersaing, meningkatkan tekanan pada Horner. Selain itu, kepergian figur kunci seperti Adrian Newey ke Aston Martin dan Jonathan Wheatley ke Sauber memperburuk situasi.


Kontroversi 2024 juga memainkan peran penting. Horner menghadapi tuduhan perilaku tidak pantas oleh seorang karyawan wanita, yang dibatalkan setelah investigasi independen pada Februari 2024 dan banding pada Agustus 2024. Namun, kebocoran pesan WhatsApp ke media dan ketegangan dengan Helmut Marko serta Jos Verstappen, ayah Max Verstappen, merusak posisinya. Brundle menyebut bahwa tuduhan tersebut “mungkin menjadi bagian” dari alasan pemecatan, meskipun ia yakin performa tim adalah faktor utama.

ADVERTISEMENT


Red Bull GmbH, dalam pernyataan resmi, tidak menyebutkan alasan spesifik pemecatan Horner. Oliver Mintzlaff, CEO Corporate Projects and Investments, memuji kontribusi Horner: “Kami berterima kasih atas kerja luar biasa Christian selama 20 tahun. Dengan komitmen, pengalaman, dan pemikiran inovatifnya, ia menjadikan Red Bull Racing salah satu tim tersukses di Formula 1.” Laurent Mekies, yang kini mengambil alih, diharapkan membawa stabilitas dengan pengalamannya di Ferrari dan Racing Bulls. Sementara itu, Alan Permane dipromosikan sebagai prinsipal Racing Bulls, menggantikan Mekies.


ADVERTISEMENT

Pemecatan Horner memicu spekulasi tentang masa depan Verstappen, yang tertinggal 69 poin dari Oscar Piastri di klasemen pembalap. Dengan kontrak hingga 2028, Verstappen dikabarkan diincar Mercedes, terutama setelah ketegangan dengan Horner dan performa tim yang buruk. Brundle menilai pemecatan Horner mungkin meningkatkan peluang Verstappen bertahan, karena hubungan personal dengan Horner menjadi salah satu sumber ketegangan.


Pernyataan Horner bahwa “tidak ada alasan diberikan” menambah misteri di balik kepergiannya dari Red Bull Racing. Dengan Laurent Mekies kini memimpin, tim menghadapi tantangan besar untuk bangkit di sisa musim 2025. Untuk pembaruan terkini seputar Formula 1, kunjungi SPORTRIK dan ikuti analisis mendalam kami.

ADVERTISEMENT
Klasemen FORMULA-1 DRIVERS CHAMPIONSHIP
POS FOTO RIDER / TEAM PTS
1
Kimi Antonelli
Kimi Antonelli Mercedes
171
2
George Russell
George Russell Mercedes
131
3
Lewis Hamilton
Lewis Hamilton Ferrari
125
4
Oscar Piastri
Oscar Piastri McLaren
80
5
Charles Leclerc
Charles Leclerc Ferrari
79
6
Lando Norris
Lando Norris McLaren
79
7
Max Verstappen
Max Verstappen Red Bull
73
8
Isack Hadjar
Isack Hadjar Red Bull
42
9
Pierre Gasly
Pierre Gasly Alpine F1 Team
41
10
Liam Lawson
Liam Lawson Racing Bulls
30
Klasemen FORMULA-1 CONSTRUCTORS CHAMPIONSHIP
POS FOTO CONSTRUCTOR PTS
1
Mercedes
Mercedes
302
2
Ferrari
Ferrari
204
3
McLaren
McLaren
159
4
Red Bull
Red Bull
115
5
Alpine F1 Team
Alpine F1 Team
57
6
Racing Bulls
Racing Bulls
44
7
Haas F1 Team
Haas F1 Team
21
8
Williams
Williams
11
9
Audi
Audi
2
10
Aston Martin
Aston Martin
1

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU