Mantan petinggi Red Bull, Christian Horner, secara mengejutkan membeberkan kisah masa lalu ketika dirinya nyaris menyeberang ke kubu rival utama di ajang Formula 1. Isu perpindahan ini terungkap melalui buku terbarunya berjudul Drive, di mana ia menceritakan tawaran fantastis yang pernah mendarat di mejanya lebih dari satu dekade lalu.
Dalam pengakuannya, sosok penting di balik kejayaan skuad Milton Keynes tersebut mengaku sempat didatangi secara langsung oleh mendiang Niki Lauda di kediamannya. Legenda balap asal Austria itu datang membawa misi khusus untuk membujuk sang prinsipal tim agar mau meninggalkan posisinya dan bergabung dengan skuad pabrikan asal Jerman tersebut.
Pertemuan rahasia itu ternyata tidak berdiri sendiri, melainkan terjadi setelah adanya diskusi intensif dengan Lewis Hamilton yang pada masa itu sedang mempertimbangkan opsi untuk hengkang dari McLaren. Niki Lauda lantas menggelar pembicaraan serius dengan menyodorkan angka-angka gaji yang sangat fantastis demi merayu Horner agar mau memimpin skuad yang berbasis di Brackley.

Meskipun tawaran finansial yang disodorkan sangat menggiurkan dan melampaui apa yang ia terima saat itu dengan klaim bahwa Red Bull tidak akan pernah mampu membayar sebesar tawaran pabrikan rival, ia tetap memilih untuk menolaknya secara halus. Keputusan tersebut diambil karena ia merasa memiliki ikatan loyalitas yang sangat kuat terhadap mendiang pendiri merek minuman energi tersebut serta seluruh anggota skuad.
Keputusan besar yang diambilnya kala itu terbukti mengubah arah sejarah kompetisi jet darat ini dalam jangka panjang. Ia memilih bertahan hingga akhirnya skuad pimpinannya sukses mendominasi lintas musim, sementara kursi kepemimpinan di kubu rival akhirnya jatuh ke tangan Toto Wolff yang membawa kesuksesan luar biasa di era berikutnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!