Charles Leclerc mengenang kembali perjalanan naik turunnya bersama Ferrari di Circuit of the Americas, mulai dari drama pilu diskualifikasi akibat pelat lantai mobil yang aus pada musim 2023 hingga sukses membalasnya dengan kemenangan gemilang pada Grand Prix Amerika Serikat 2024. Pembalap asal Monako tersebut kini telah mengoleksi berbagai kemenangan di trek klasik Formula 1 seperti Monza, Spa-Francorchamps, Monako, Silverstone, Melbourne, hingga Austin, yang semakin memperkuat statusnya sebagai salah satu penampil papan atas di era modern.
Menatap balapan akhir pekan di Circuit of the Americas, Leclerc secara terbuka menyatakan kecintaannya pada karakter lintasan asal Texas tersebut. Baginya, tata letak sirkuit ini sangat istimewa terutama pada sektor pertama yang menyajikan tikungan menantang dengan berbagai pilihan jalur balap serta tikungan cepat mengalir. Menurutnya, perancang sirkuit berhasil menciptakan area salip yang kompetitif di mana pembalap yang melakukan serangan masih harus mewaspadai potensi serangan balik dari rival, sebuah dinamika yang jarang ditemukan di sirkuit modern lainnya.
Menjelang penampilannya di Grand Prix Formula 1 ke-189, runner-up Kejuaraan Dunia 2022 ini memprediksi persaingan ketat di antara tim-tim papan atas. Ia menilai bahwa penentuan posisi di barisan depan akan sangat bergantung pada seberapa efektif masing-masing tim menghadirkan paket pengembangan teknis. Ferrari sendiri membawa beberapa pembaruan komponen kecil, di mana peningkatan tipis sekecil sepersepuluh detik diyakini mampu memberikan dampak signifikan dalam pertarungan ketat perebutan waktu lap.

Selain membahas performa teknis timnya, Leclerc juga memberikan pujian tinggi kepada Kimi Antonelli yang sedang berada di ambang gelar juara dunia. Ia menyebut konsistensi pembalap muda tersebut luar biasa dan hampir tidak pernah melakukan kesalahan sepanjang musim, sehingga mahkota juara dunia merupakan buah dari kerja keras yang sangat layak diterima. Di sisi lain, Leclerc menanggapi santai komentar dari pembalap Red Bull Racing, Isack Hadjar, yang sempat mengeklaim bahwa Ferrari memiliki mobil tercepat di Singapura.
Leclerc hanya menanggapinya dengan senyuman dan menyebut klaim tersebut sebagai omong kosong belaka. Ia menegaskan bahwa Hadjar tidak memiliki informasi internal yang cukup untuk menilai secara akurat tingkat performa sebenarnya dari mobil Ferrari maupun mobil tim rivalnya sendiri. Oleh karena itu, ia memilih untuk mengabaikan opini spekulatif di paddock dan sepenuhnya fokus mempersiapkan diri menghadapi persaingan akhir pekan di lintasan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!