Marcin Budkowski akhirnya buka suara soal keputusannya bergabung dengan Cadillac sebagai kepala tim baru. Pria asal Polandia itu mengaku sempat menjalin negosiasi dengan “lebih dari separuh” tim di grid Formula 1 sebelum akhirnya memilih tim pendatang baru tersebut.
Keputusan ini datang setelah Cadillac membuat kejutan pada Rabu lalu dengan mengganti Graeme Lowdon dari posisi kepala tim, digantikan Budkowski di tengah musim perdana mereka.
Tim asal Amerika itu masih tertahan di dasar klasemen tanpa satu poin pun setelah 11 seri. Meski begitu, pemecatan Lowdon tetap mengejutkan karena Cadillac memang diprediksi akan jadi tim terlemah musim ini.

Namun, CEO Dan Towriss memilih untuk melakukan perubahan dan menunjuk Budkowski, yang punya pengalaman panjang di kejuaraan dunia sejak bergabung dengan Prost sebagai aerodinamis pada 2001.
Pria berusia 49 tahun itu meninggalkan Prost pada 2002 untuk berkarier lima tahun di Ferrari, lalu pindah ke McLaren sebelum akhirnya menjadi koordinator teknis dan olahraga untuk FIA pada 2014. Pada 2020, Budkowski bergabung dengan tim Renault sebagai direktur eksekutif, dan sempat berbagi peran kepala tim dengan Davide Brivio pada 2021. Setelah meninggalkan Enstone pada 2022, ia sempat menjadi pundit TV sebelum kembali ke F1 empat tahun kemudian.
“Saya telah melakukan diskusi dalam beberapa tahun terakhir dengan lebih dari separuh tim di grid — beberapa lebih lanjut, beberapa kurang,” ujar Budkowski. “Tetapi bagi saya, penting untuk kembali ke peran kepemimpinan seperti ini hanya jika saya percaya pada proyeknya, dan ada beberapa aspek yang membuat saya yakin.”
Budkowski menyoroti ambisi besar proyek Cadillac, dukungan penuh dari TWG Group yang sangat terlibat di motorsport, serta keterlibatan General Motors sebagai salah satu perusahaan otomotif terbesar di dunia. “Pendanaan yang mereka miliki tidak selalu ada di pengalaman saya sebelumnya,” tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa semua orang di jajaran manajemen tim adalah “orang motorsport” yang hidup dan memahami balap. “Mereka semua orang yang hidup dan bernapas dengan motorsport, dan itu sangat menyegarkan bagi saya,” katanya. “Percakapan langsung berbeda sejak awal.”
Dengan visi yang selaras dengan Towriss, Budkowski merasa tidak akan ada tekanan berlebihan. “Saya yakin akan ada ekspektasi, itu logis dan normal. Tetapi ekspektasi itu tidak tidak masuk akal dan tidak lepas dari realita F1,” pungkasnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!