Martin Brundle tidak tinggal diam melihat kekecewaan Lando Norris di Grand Prix Spanyol. Mantan pembalap F1 yang kini menjadi analis Sky Sports F1 itu menyebut apa yang menimpa Norris "terasa seperti sebuah perampokan". Insiden virtual safety car (VSC) yang keluar beberapa detik setelah Norris melewati pintu masuk pit lane membuatnya kehilangan peluang menyapu bersih kemenangan di Madrid.
Balapan di Sirkuit Madring berjalan sesuai skenario Norris. Juara dunia bertahan itu mengendalikan jalannya lomba dan tampak pasti menuju podium tertinggi. Namun, timing VSC yang keluar tepat setelah ia melewati pit entry mengubah segalanya. Ketika Norris akhirnya masuk pit di akhir putaran berikutnya, balapan sudah kembali hijau. Andrea Kimi Antonelli dari Mercedes dan Max Verstappen dari Red Bull memanfaatkan momen itu untuk melakukan pit stop tanpa kehilangan banyak waktu. Norris, yang juga mengalami pit stop lambat, harus puas finis ketiga setelah sempat terpuruk ke posisi lima.
Kekecewaan Norris pun meledak usai balapan. "Itu adalah aturan yang tidak seharusnya menentukan seluruh balapan. Saya satu-satunya di grid yang tidak mendapatkan kesempatan melakukan pit stop. Itu sungguh tidak beruntung," ujarnya. "Sudah banyak kali saya diuntungkan dan dirugikan oleh hal seperti ini, dan itulah balapan. Tapi tidak pernah ketika sedang memperebutkan kemenangan. Jadi, ini mungkin salah satu momen pertama di mana kemenangan hilang hanya karena hal itu."

Brundle, yang juga pernah merasakan pahitnya kehilangan kemenangan karena faktor non-teknis, memahami frustrasi Norris. Dalam kolomnya untuk Sky Sports F1, ia menulis, "Antonelli dan Verstappen sama-sama langsung bersikap legawa usai balapan dengan menyatakan bahwa itu adalah kemenangan Norris tanpa timing virtual safety car yang nahas. Haruskah seorang pembalap kehilangan balapan karena pembalap lain melakukan kesalahan atau mengalami kegagalan mobil?"
Ia menambahkan, "Apa yang berputar akan kembali dalam satu musim, bahkan sepanjang karier, tetapi rasanya seperti perampokan pada hari Minggu." Brundle pun menawarkan solusi agar kejadian serupa tidak terulang. Menurutnya, salah satu opsi adalah memastikan VSC tetap berlaku setidaknya selama satu putaran penuh bagi semua pembalap. "Beberapa kategori balap menutup pit lane sementara kecuali untuk perbaikan darurat, tetapi itu bisa membingungkan dan padat di pit lane serta tetap tidak adil bagi semua orang," jelasnya. "Salah satu solusinya mungkin memastikan bahwa jika VSC dikerahkan, maka harus bertahan setidaknya satu putaran penuh untuk semua pembalap agar lebih adil. Meskipun, tentu saja, itu mengorbankan waktu balapan hijau penuh yang ingin dilihat penonton di tribun dan perangkat mereka."
Brundle juga menyoroti sirkuit Madring yang baru pertama kali menggelar F1. Ia berharap ada perbaikan tata letak untuk meningkatkan aksi menyalip. "Pada tahun depan saya berharap dan memperkirakan Madring akan memiliki beberapa perubahan tata letak untuk meningkatkan overtaking, pengaturan di belakang layar yang lebih ringkas dan praktis, serta penunjuk arah yang lebih baik untuk semua. Sirkuit ini memiliki semua bahan untuk memberikan kontribusi yang kredibel bagi musim F1," pungkasnya.
Insiden ini kembali memicu debat tentang aturan VSC di Formula 1. Sebelumnya, Norris secara tegas menyebut apa yang terjadi di Spanyol sebagai "tidak adil". Kini, dengan suara berpengaruh seperti Brundle yang ikut angkat bicara, tekanan pada FIA dan F1 untuk meninjau ulang regulasi VSC semakin besar. Apakah perubahan akan terjadi sebelum musim berakhir? Kita tunggu saja.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!