Direktur Pelaksana Yamaha, Paolo Pavesio, menegaskan bahwa kejuaraan dunia balap motor paling bergengsi ini harus terus berkembang di bawah era kepemilikan baru, namun ia memberikan peringatan keras agar kejuaraan tidak melangkah terlalu jauh hingga membuat para penggemar setia merasa asing dengan akar balapan.
Masuknya Liberty Media dengan akuisisi senilai 4,2 miliar Euro pada tahun 2024 telah mendorong perubahan signifikan pada kalender balap, format akhir pekan, hingga berbagai inisiatif baru demi memperluas basis penonton global mereka.
Pavesio menyoroti perbedaan mendasar antara balap roda dua dan Formula 1, di mana pabrikan memegang peran finansial terbesar yang tujuannya bermuara pada penjualan kendaraan komersial kepada publik luas di pasar global.

Dalam wawancaranya, ia menyatakan bahwa jika total investasi dijadikan acuan angka 100, maka kontribusi dari lima pabrikan utama di MotoGP mencapai angka 70 yang notabene bertujuan untuk mendongkrak penjualan sepeda motor secara langsung.
Ia menambahkan, "Tentu saja, jika kami bisa mengeluarkan sedikit lebih sedikit, kami akan senang. Tapi, pada kenyataannya, ini adalah investasi. Yang penting adalah olahraga ini berkembang. Kita harus berhati-hati untuk tidak mengembangkan olahraga ini sedemikian rupa sehingga para penggemar kita tidak lagi mengenali diri mereka di dalamnya dan menjauh."
Menatap regulasi teknis baru yang akan diterapkan pada tahun 2027 mendatang, Pavesio menyambut baik perubahan tersebut dengan keyakinan bahwa motor balap masa depan akan terasa sedikit lebih manusiawi namun tetap menyajikan tontonan trek yang luar biasa.
Ia menyimpulkan bahwa evolusi teknis tersebut bukan sebuah kesalahan besar, melainkan sebuah peluang emas untuk menarik minat penonton baru tanpa harus mengorbankan esensi utama dari industri otomotif roda dua itu sendiri.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!