Marcin Budkowski resmi menjabat sebagai prinsipal tim Cadillac F1, menggantikan Graeme Lowdon yang didepak pada 12 Agustus. Mantan bos teknis Alpine ini langsung menegaskan prioritas pertamanya: mendengarkan dan mengamati kondisi tim sebelum mengambil langkah besar.
Keputusan pergantian kepemimpinan ini datang di tengah musim debut yang pahit bagi Cadillac. Setelah 11 seri, tim asal Amerika Serikat itu masih menjadi satu-satunya konstruktor yang belum mencetak satu poin pun. Bahkan satu-satunya peluang emas lewat Sergio Perez di Monaco harus sirna karena penalti pelanggaran start.
Masalahnya bukan hanya soal kecepatan, melainkan juga keandalan. Rem yang overheat dan suspensi yang bermasalah menjadi mimpi buruk berulang, membuat Perez dan Valtteri Bottas kerap gagal finis. Insiden terakhir terjadi di Hungaria, di mana keduanya tersingkir sebelum musim panas dimulai.


Budkowski, yang akan mulai bekerja penuh sebelum GP Belanda, sadar bahwa masalah keandalan bisa memicu perpecahan internal. "Prioritas pertama saya adalah mendengarkan dan mengamati di pabrik. Saya perlu memahami bagaimana mereka bekerja, bagaimana berbagai departemen berkolaborasi," ujarnya kepada media, termasuk RacingNews365.
Dalam pengalamannya di F1, ia melihat risiko besar ketika tim mengalami masalah teknis: terputusnya komunikasi antara kru di sirkuit dan tim di pabrik. "Hubungan itu harus sangat kuat. Karena itu, minggu pertama saya akan saya habiskan di pabrik dan di trek Zandvoort untuk melihat kedua sisi tim bekerja," jelasnya.
Ia juga menyoroti potensi besar yang dimiliki General Motors, yang menurutnya belum dimanfaatkan maksimal. "Mereka mengirim wahana ke Mars, tapi ada banyak keahlian teknis di AS yang bisa kita manfaatkan. Itu butuh waktu, tapi akan bodoh jika kita tidak melihat talenta di seberang lautan," tambahnya.
Dengan 24 balapan dalam satu musim, Budkowski menilai koneksi antara pabrik dan trek menjadi tantangan tersendiri. "Dulu dengan 16 balapan, orang-orang lebih sering bertemu. Sekarang tidak lagi. Itu sebabnya saya ingin memastikan keduanya menjadi satu tim."
Langkah pertama Budkowski akan menjadi ujian, apakah ia mampu membalikkan nasib Cadillac yang tengah terpuruk. Semua mata akan tertuju pada Zandvoort, di mana ia akan mulai meracik strategi penyelamatan musim.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!