Gabriel Bortoleto buka suara soal langkah Audi mengajukan banding atas keputusan tidak menghukum Yuki Tsunoda yang salah posisi di grid Formula 1 Grand Prix Italia. Pembalap Brasil itu menegaskan bahwa timnya hanya menuntut keadilan sesuai aturan yang berlaku.
Insiden bermula saat Tsunoda menarik mobilnya ke grid Monza tidak sesuai posisi, memaksa adanya lap formasi tambahan. Audi berharap Racing Bulls langsung masuk pit lane untuk memulai balapan dari sana, namun pembalap Jepang itu justru diizinkan menempati slot P17. Dari sana, Tsunoda melesat hingga finis ke-10 dan merebut poin terakhir, sementara Bortoleto harus puas berjuang di barisan tengah tanpa membawa pulang angka.
Dalam konferensi pers FIA hari Kamis, Bortoleto menjelaskan posisi Audi dengan gamblang. "Menurut saya aturannya cukup jelas," ujarnya. "Ketika seorang pembalap menyebabkan lap formasi tambahan, dia harus start dari pit lane, dan dalam kasus ini, Yuki tidak melakukannya. Jadi, itulah alasan Audi mengajukan banding. Kami membanding hasilnya. Bagi kami, posisi itu bernilai satu poin, dan setiap poin sangat berarti. Pada akhirnya, yang benar adalah yang benar."

Langkah banding ini bukan tanpa risiko. Audi memang berhak menempuh jalur hukum, tetapi peluangnya untuk berhasil masih jauh dari pasti. FIA memiliki prosedur ketat dalam menangani protes semacam ini, dan Racing Bulls tentu akan bersikeras bahwa keputusan steward sudah final. Meski demikian, bagi tim yang tengah membangun fondasi seperti Audi, memperjuangkan setiap poin adalah bagian dari mentalitas juara yang ingin mereka tanamkan.
Terlepas dari polemik itu, Bortoleto juga mengalihkan fokusnya ke trek terbaru F1, Madring. Ia mengaku antusias menyambut sirkuit yang menantang tersebut. "Ini trek yang sangat menantang," katanya. "Banyak tikungan buta dan banking, naik turun. Menarik juga melihat bagaimana kami sebagai pembalap beradaptasi, sekaligus menyetel mobil. Tapi saya optimistis. Trek ini, setidaknya di simulator, sangat keren untuk dikendarai, banyak pengereman kombinasi. Itu tipe trek yang saya sukai. Jadi, saya tak sabar untuk turun ke lintasan besok."
Dengan banding yang masih bergulir, Bortoleto dan Audi berada di persimpangan antara mengejar keadilan dan menerima kenyataan. Namun satu hal yang pasti: bagi pembalap muda ini, setiap poin dan setiap keputusan memiliki bobot besar dalam perjalanan kariernya di F1.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!